Yeni Galuh Forum
Hallo...!



 
IndeksPendaftaranLogin

Share | 
 

 TERJEMAHAN KITAB NEGARA KERTAGAMA

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
Justice Bao
-= Um Momod =-
-= Um Momod =-


Male
Jumlah posting : 1991
Age : 45
Location : Jakarta
Job/hobbies : don't trust anybody
Registration date : 07.03.08

PostSubyek: TERJEMAHAN KITAB NEGARA KERTAGAMA   Fri Mar 28, 2008 12:15 pm

Ini dari millist saya ....

Bagian SATU

Hong wilaheng awignam astu namas sidam!

Sembah puji dari hamba yang hina ini
ke bawah telapak kaki sang pelindung jagat.
Raja yang senantiasa tenang tenggelam dalam samadi,
raja segala raja, pelindung orang miskin,
mengatur segala isi negara.
Sang dewa-raja, lebih diagungkan dari yang segala
manusia,
dewa yang tampak di atas tanah.
Merata, serta mengatasi segala rakyatnya,
nirguna bagi kaum Wisnawa,
Iswara bagi Yogi,
Purusa bagi Kapila, hartawan bagi Jambala,
Wagindra dalam segala ilmu,
dewa Asmara di dalam cinta berahi.
Dewa Yama di dalam menghilangkan
penghalang dan menjamin damai dunia.

Demikianlah pujian pujangga sebelum menggubah sejarah
raja,
kepada Sri Nata Rajasa Nagara,
raja Wilwatikta yang sedang memegang tampuk tahta.
Bagai titisan Dewa-Batara beliau menyapu duka rakyat
semua.
Tunduk setia segenap bumi Jawa bahkan seluruh
nusantara.

Pada tahun 1256 Saka,
beliau lahir untuk jadi pemimpin dunia.
Selama dalam kandungan di Kahuripan telah tampak tanda
keluhuran.
Bumi gonjang-ganjing, asap mengepul-ngepul, hujan abu,

guruh halilintar menyambar-nyambar.
Gunung Kelud gemuruh membunuh durjana, penjahat musnah
dari negara.

Itulah tanda bahwa Sanghyang Siwa sedang menjelma
bagai raja besar.
Terbukti, selama bertakhta seluruh tanah Jawa tunduk
menadah perintahnya.
Wipra, satria, waisya, sudra, keempat kasta sempurna
dalam pengabdian.
Durjana berhenti berbuat jahat takut akan keberanian

_________________
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://www.kitlv.nl
Justice Bao
-= Um Momod =-
-= Um Momod =-


Male
Jumlah posting : 1991
Age : 45
Location : Jakarta
Job/hobbies : don't trust anybody
Registration date : 07.03.08

PostSubyek: Re: TERJEMAHAN KITAB NEGARA KERTAGAMA   Fri Mar 28, 2008 12:15 pm

BAGIAN KEDUA

Sri Nata.

Sang Sri Padukapatni yang ternama adalah nenek Sri
Paduka.
Seperti titisan Parama Bagawati memayungi jagat raya.
Selaku wikuni tua tekun berlatih yoga menyembah Buda.
Tahun 1272 kembali beliau ke Budaloka.
Ketika Sri Padukapatni pulang ke Jinapada, dunia
berkabung.
Kembali gembira bersembah bakti semenjak Sri Paduka
mendaki takhta.


Girang ibunda Tri Buwana Wijaya Tungga Dewi mengemban
takhta
bagai rani di Jiwana resmi mewakili Sri Narendraputra.

Beliau bersembah bakti kepada ibunda Sri Padukapatni.
Setia mengikuti ajaran Budha, menyekar yang telah
mangkat.
Ayahanda Sri Paduka Prabu ialah Prabu Kerta Wardana.
Keduanya teguh beriman Buda demi perdamaian praja.
Paduka Prabu Kerta Wardana bersemayam di Singasari.
Bagai Ratnasambawa menambah kesejahteraan bersama.
Teguh tawakal memajukan kemakmuran rakyat dan negara.
Mahir mengemudikan perdata bijak dalam segala kerja.

Putri Rajadewi Maharajasa, ternama rupawan.
Bertakhta di Daha, cantik tak bertara, bersandar enam
guna.
Adalah bibi Sri Paduka, adik maharani di Jiwana.
Rani Daha dan rani Jiwana bagai bidadari kembar.
Laki sang rani Sri Wijayarajasa dari negeri Wengker.
Rupawan bagai titisan Upendra, mashur bagai sarjana.
Setara raja Singasari, sama teguh di dalam agama.
Sangat mashurlah nama beliau di seluruh tanah Jawa.

Adinda Sri Paduka Prabu di Wilwatikta :
Putri jelita bersemayam di Lasem.
Putri jelita Daha cantik ternama.
Indudewi putri Wijayarajasa.
Dan lagi putri bungsu Kerta Wardana.
Bertakhta di Pajang, cantik tidak bertara.
Putri Sri Baginda Jiwana yang mashur.
Terkenal sebagai adinda Sri Paduka.
Telah dinobatkan sebagai raja tepat menurut rencana

_________________
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://www.kitlv.nl
Justice Bao
-= Um Momod =-
-= Um Momod =-


Male
Jumlah posting : 1991
Age : 45
Location : Jakarta
Job/hobbies : don't trust anybody
Registration date : 07.03.08

PostSubyek: Re: TERJEMAHAN KITAB NEGARA KERTAGAMA   Fri Mar 28, 2008 12:17 pm

BAGIAN KETIGA

Laki tangkas rani Lasem bagai raja daerah Matahun.
Bergelar Rajasa Wardana sangat bagus lagi putus dalam
daya raja dan
rani terpuji laksana Asmara dengan Pinggala.
Sri Singa Wardana, rupawan, bagus, muda, sopan dan
perwira bergelar
raja Paguhan, beliaulah suami rani Pajang.
Mulia pernikahannya laksana Sanatkumara dan dewi Ida.
Bakti kepada raja, cinta sesama, membuat puas rakyat.

Bre Lasem menurunkan putri jelita Nagarawardani
Bersemayam sebagai
permaisuri Pangeran Wirabumi.
Rani Pajang menurunkan Bre Mataram Sri Wikrama Wardana
bagaikan
titisan Hyang Kumara, wakil utama Sri Narendra.
Putri bungsu rani Pajang memerintah daerah Pawanuhan
berjuluk
Surawardani masih muda indah laksana lukisan.

Para raja pulau Jawa masing-masing mempunyai negara.
Dan Wilwatikta tempat mereka bersama menghamba
Srinata.
Melambung kidung merdu pujian
Sang Prabu, beliau membunuh musuh-musuh.
Bak matahari menghembus kabut, menghimpun negara di
dalam kuasa.
Girang janma utama bagai bunga kalpika, musnah durjana
bagai kumuda.
Dari semua desa di wilayah negara pajak mengalir bagai
air.
Raja menghapus duka si murba sebagai Satamanyu
menghujani bumi.
Menghukum penjahat bagai dewa Yama, menimbun harta
bagaikan Waruna.
Para telik masuk menembus segala tempat laksana Hyang
Batara Bayu.
Menjaga pura sebagai dewi Pretiwi, rupanya bagus
seperti bulan.
Seolah-olah Sang Hyang Kama menjelma, tertarik oleh
keindahan pura.
Semua para putri dan isteri sibiran dahi Sri Ratih.

Namun sang permaisuri, keturunan Wijayarajasa, tetap
paling cantik paling
jelita bagaikan Susumna memang pantas jadi imbangan
Sri Paduka.
Berputralah beliau putri mahkota Kusuma Wardani,
sangat cantik rupawan
jelita mata, lengkung lampai, bersemayam di Kabalan.

Sang menantu Sri Wikrama Wardana memegang hakim
perdata seluruh negara.
Sebagai dewa-dewi mereka bertemu tangan, menggirangkan
pandang.

Tersebut keajaiban kota: tembok batu merah, tebal
tinggi, mengitari pura.
Pintu barat bernama Pura Waktra, menghadap ke lapangan
luas, bersabuk parit.
Pohon brahmastana berkaki bodi berjajar panjang, rapi
berbentuk aneka ragam.
Di situlah tempat tunggu para tanda terus menerus
meronda jaga paseban.

Di sebelah utara bertegak gapura permai dengan pintu
besi penuh terukir.
Di sebelah timur : panggung luhur, lantainya berlapis
batu putih-putih mengkilat.
Di bagian utara, di selatan pekan rumah berjejal jauh
memanjang sangat indah.
Di selatan jalan perempat: balai prajurit tempat
pertemuan tiap Caitra.

Balai agung Manguntur dengan balai Witana di tengah,
menghadap padang watangan.
Yang meluas ke empat arah, bagian utara paseban
pujangga dan Mahamantri Agung.
Bagian timur paseban pendeta Siwa-Buda yang bertugas
membahas upacara. pada
masa grehana bulan Palguna demi keselamatan seluruh
dunia.

Di sebelah timur pahoman berkelompok tiga-tiga
mengitari kuil Siwa.
Di selatan tempat tinggal wipra utama tinggi
bertingkat menghadap panggung korban.
Bertegak di halaman sebelah barat, di utara tempat
Buda bersusun tiga.
Puncaknya penuh berukir, berhamburan bunga waktu raja
turun berkorban.

_________________
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://www.kitlv.nl
Justice Bao
-= Um Momod =-
-= Um Momod =-


Male
Jumlah posting : 1991
Age : 45
Location : Jakarta
Job/hobbies : don't trust anybody
Registration date : 07.03.08

PostSubyek: Re: TERJEMAHAN KITAB NEGARA KERTAGAMA   Fri Mar 28, 2008 12:18 pm

BAGIAN KEEMPAT

Di dalam, sebelah selatan Manguntur tersekat dengan
pintu, itulah paseban.
Rumah bagus berjajar mengapit jalan ke barat, disela
tanjung berbunga lebat.
Agak jauh di sebelah barat daya: panggung tempat
berkeliaran para perwira.
Tepat di tengah-tengah halaman bertegak mandapa penuh
burung ramai berkicau.

Di dalam di selatan ada lagi paseban memanjang ke
pintu keluar pura yang kedua.
Dibuat bertingkat tangga, tersekat-sekat,
masing-masing berpintu sendiri.
Semua balai bertulang kuat bertiang kokoh, papan
rusuknya tiada tercela.
Para prajurit silih berganti, bergilir menjaga pintu,
sambil bertukar tutur.

Inilah para penghadap : pengalasan Ngaran, jumlahnya
tak terbilang, Nyu
Gading Jenggala-Kediri, Panglarang, Rajadewi, tanpa
upama. Waisangka
kapanewon Sinelir, para perwira Jayengprang, Jayagung
dan utusan Pareyok
Kayu Apu, orang Gajahan dan banyak lagi.

Begini keindahan lapangan watangan luas bagaikan tak
berbatas.
Mahamantri Agung, bangsawan, pembantu raja di Jawa, di
deret paling muka.
Bayangkari tingkat tinggi berjejal menyusul di deret
yang kedua.
Di sebelah utara pintu istana di selatan satria dan
pujangga.
Di bagian barat : beberapa balai memanjang sampai
mercudesa.
Penuh sesak pegawai dan pembantu serta para perwira
penjaga.

Di bagian selatan agak jauh: beberapa ruang, mandapa
dan balai.
Tempat tinggal abdi Sri Baginda Paguhan bertugas
menghadap.
Masuk pintu kedua, terbentang halaman istana
berseri-seri.

_________________
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://www.kitlv.nl
Justice Bao
-= Um Momod =-
-= Um Momod =-


Male
Jumlah posting : 1991
Age : 45
Location : Jakarta
Job/hobbies : don't trust anybody
Registration date : 07.03.08

PostSubyek: Re: TERJEMAHAN KITAB NEGARA KERTAGAMA   Fri Mar 28, 2008 12:18 pm

BAGIAN KELIMA

Rata dan luas dengan rumah indah berisi kursi-kursi
berhias.

Di sebelah timur menjulang rumah tinggi berhias
lambang kerajaan
itulah balai tempat terima tatamu Srinata di
Wilwatikta.
Inilah pembesar yang sering menghadap di balai witana
:
Wredamentri, tanda Mahamantri Agung, pasangguhan
dengan pengiring Sang Panca Wilwatikta : mapatih,
demung,
kanuruhan, rangga.
Tumenggung lima priyayi agung yang akrab dengan
istana.
Semua patih, demung negara bawahan dan pengalasan.
Semua pembesar daerah yang berhati tetap dan teguh.
Jika datang berkumpul di kepatihan seluruh negara
lima Mahamantri Agung utama yang mengawal urusan
negara.

Satria, pendeta, pujangga, para wipra,
jika menghadap berdiri di bawah lindungan asoka di
sisi witana.
Begitu juga dua darmadyaksa dan tujuh pembantunya.
Bergelar arya, tangkas tingkahnya, pantas menjadi
teladan.
Itulah penghadap balai witana, tempat takhta yang
terhias serba bergas.

Pantangan masuk ke dalam istana timur agak jauh dan
pintu pertama. Ke
Istana Selatan, tempat Singa Wardana, permaisuri,
putra dan putrinya.
Ke Istana Utara. tempat Kerta Wardana. Ketiganya bagai
kahyangan.
Semua rumah bertiang kuat, berukir indah, dibuat
berwarna-warni
Cakinya dari batu merah pating berunjul, bergambar
aneka lukisan.
Genting atapnya bersemarak serba meresapkan pandang
menarik perhatian.
Bunga tanjung kesara, campaka dan lain-lainnya
terpencar di halaman.
Teratur rapi semua perumahan sepanjang tepi benteng.

_________________
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://www.kitlv.nl
Justice Bao
-= Um Momod =-
-= Um Momod =-


Male
Jumlah posting : 1991
Age : 45
Location : Jakarta
Job/hobbies : don't trust anybody
Registration date : 07.03.08

PostSubyek: Re: TERJEMAHAN KITAB NEGARA KERTAGAMA   Fri Mar 28, 2008 12:20 pm

BAGIAN KEENAM

Timur tempat tinggal pemuka pendeta Siwa Hyang
Brahmaraja.
Selatan Buda-sangga dengan Rangkanadi sebagai pemuka.
Barat tempat para arya Mahamantri Agung dan
sanak-kadang adiraja.

Di timur tersekat lapangan menjulang istana ajaib.
Raja Wengker dan rani Daha penaka Indra dan Dewi Saci.

Berdekatan dengan istana raja Matahun dan rani Lasem.
Tak jauh di sebelah selatan raja Wilwatikta.

Di sebelah utara pasar: rumah besar bagus lagi tinggi.

Disitu menetap patih Daha, adinda Sri Paduka di
Wengker.
Batara Narpati, termashur sebagai tulang punggung
praja.
Cinta taat kepada raja. Perwira, sangat tangkas dan
bijak.

Di timur laut rumah patih Wilwatikta, bernama Gajah
Mada.
Mahamantri Agung wira, bijaksana, setia bakti kepada
negara.
Fasih bicara, teguh tangkas, tenang, tegas, cerdik
lagi jujur.
Tangan kanan maharaja sebagai penggerak roda negara.

Sebelah selatan puri, gedung kejaksaan tinggi bagus.
Sebelah timur perumahan Siwa, sebelah barat Buda.
Terlangkahi rumah para Mahamantri Agung, para arya dan
satria.
Perbedaan ragam pelbagai rumah menambah indahnya pura.

Semua rumah memancarkan sinar warnanya
gilang-cemerlang.
Menandingi bulan dan matahari, indah tanpa upama.

Negara-negara di nusantara dengan Daha bagai pemuka.
Tunduk menengadah, berlindung di bawah kuasa
Wilwatikta.

Kemudian akan diperinci demi pulau negara bawahan.

Paling dulu Melayu: Jambi, Palembang, Toba dan
Darmasraya.
Pun ikut juga disebut Daerah Kandis, Kahwas,
Minangkabau, Siak, Rokan,
Kampar dan Pane Kampe, Haru serta Mandailing,
Tamihang,
Negara Perlak dan Padang Lawas dengan Samudra
serta Lamuri, Batan, Lampung dan juga Barus.
Itulah terutama negara-negara Melayu yang telah
tunduk.

Negara-negara di pulau Tanjungnegara :
Kapuas-Katingan, Sampit, Kota Ungga, Kota Waringin,
Sambas, Lawai ikut tersebut.
Kadandangan, Landak, Samadang dan Tirem tak
terlupakan.
Sedu, Barune, Kalka, Saludung, Solot
dan juga Pasir Barito, Sawaku, Tabalung, ikut juga
Tanjung Kutei.
Malano tetap yang terpenting di pulau Tanjungpura.

Di Hujung Medini, Pahang yang disebut paling dahulu.
Berikut Langkasuka, Saimwang, Kelantan serta Trengganu
Johor, Paka, Muar, Dungun, Tumasik, Kelang serta Kedah
Jerai,
Kanjapiniran, semua sudah lama terhimpun.

Di sebelah timur Jawa seperti yang berikut:
Bali dengan negara yang penting Badahulu dan Lo Gajah.

Gurun serta Sukun, Taliwang, pulau Sapi dan Dompo Sang
Hyang Api,
Bima. Seram, Hutan Kendali sekaligus Pulau Gurun,
yang juga biasa disebut Lombok Merah.
Dengan daerah makmur Sasak diperintah seluruhnya.

Bantayan di wilayah Bantayan beserta kota Luwuk.
Sampai Udamakatraya dan pulau lain-lainnya tunduk.
Tersebut pula pulau-pulau Makasar, Buton, Banggawi,
Kunir, Galian serta Salayar,

Sumba, Solot, Muar. Lagi pula Wanda(n),
Ambon atau pulau Maluku, Wanin, Seran, Timor
dan beberapa lagi pulau-pulau lain.

_________________
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://www.kitlv.nl
Justice Bao
-= Um Momod =-
-= Um Momod =-


Male
Jumlah posting : 1991
Age : 45
Location : Jakarta
Job/hobbies : don't trust anybody
Registration date : 07.03.08

PostSubyek: Re: TERJEMAHAN KITAB NEGARA KERTAGAMA   Fri Mar 28, 2008 12:20 pm

BAGIAN KETUJUH

Berikutnya inilah nama negara asing yang mempunyai
hubungan
Siam dengan Ayodyapura, begitu pun Darmanagari
Marutma. Rajapura
begitu juga Singasagari Campa, Kamboja dan Yawana
ialah negara sahabat.

Pulau Madura tidak dipandang negara asing.
Karena sejak dahulu menjadi satu dengan Jawa.
Konon dahulu Jawa dan Madura terpisah meskipun tidak
sangat jauh.

Semenjak nusantara menadah perintah Sri Paduka,
tiap musim tertentu mempersembahkan pajak upeti.
Terdorong keinginan akan menambah kebahagiaan.
Pujangga dan pegawai diperintah menarik upeti.
Pujangga-pujangga yang lama berkunjung di nusantara.
Dilarang mengabaikan urusan negara dan mengejar
untung.
Seyogyanya, jika mengemban perintah kemana juga,
harus menegakkan agama Siwa, menolak ajaran sesat.

Konon kabarnya para pendeta penganut Sang Sugata
dalam perjalanan mengemban perintah Sri Baginda,
dilarang menginjak tanah sebelah barat pulau Jawa.
Karena penghuninya bukan penganut ajaran Buda.
Tanah sebelah timur Jawa terutama Gurun dan Bali,
boleh dijelajah tanpa ada yang dikecualikan.

Bahkan menurut kabaran begawan Empu Barada,
serta raja pendeta Kuturan telah bersumpah teguh.
Para pendeta yang mendapat perintah untuk bekerja,
dikirim ke timur ke barat,
di mana mereka sempat melakukan persajian seperti
perintah Sri Nata.
Resap terpandang mata jika mereka sedang mengajar.

Semua negara yang tunduk setia menganut perintah.
Dijaga dan dilindungi Sri Nata dari pulau Jawa.
Tapi yang membangkang, melanggar perintah
dibinasakan pimpinan angkatan laut yang telah mashur
lagi berjasa.
Telah tegak teguh kuasa Sri Nata di Jawa dan wilayah
nusantara.

Di Sri Palatikta tempat beliau bersemayam,
menggerakkan roda dunia.
Tersebar luas nama beliau, semua penduduk puas, girang
dan lega.
Wipra pujangga dan semua penguasa ikut menumpang
menjadi mashur.
Sungguh besar kuasa dan jasa beliau, raja agung dan
raja utama.
Lepas dari segala duka mengenyam hidup penuh segala
kenikmatan.
Terpilih semua gadis manis di seluruh wilayah Jenggala
Kediri.
Berkumpul di istana bersama yang terampas dari negara
tetangga.

Segenap tanah Jawa bagaikan satu kota di bawah kuasa
Sri Paduka.
Ribuan orang berkunjung laksana bilangan tentara yang
mengepung pura.
Semua pulau laksana daerah pedusunan tempat menimbun
bahan makanan.
Gunung dan rimba hutan penaka taman hiburan terlintas
tak berbahaya.

Tiap bulan sehabis musim hujan beliau biasa pesiar
keliling.
Desa Sima di sebelah selatan Jalagiri, di sebelah
timur pura.
Ramai tak ada hentinya selama pertemuan dan upacara
prasetyan.
Girang melancong mengunjungi Wewe Pikatan setempat
dengan candi lima.

Atau pergilah beliau bersembah bakti ke hadapan Hyang
Acalapati.
Biasanya terus menuju Blitar, Jimur mengunjungi
gunung-gunung permai.
Di Daha terutama ke Polaman, ke Kuwu dan lingga hingga
desa Bangin.
Jika sampai di Jenggala, singgah di Surabaya, terus
menuju Buwun.

_________________
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://www.kitlv.nl
Justice Bao
-= Um Momod =-
-= Um Momod =-


Male
Jumlah posting : 1991
Age : 45
Location : Jakarta
Job/hobbies : don't trust anybody
Registration date : 07.03.08

PostSubyek: Re: TERJEMAHAN KITAB NEGARA KERTAGAMA   Fri Mar 28, 2008 12:21 pm

BAGIAN KEDELAPAN

Pada tahun 1275 Saka,
Sang Prabu menuju Pajang membawa banyak pengiring.

Tahun 1276 ke Lasem, melintasi pantai samudra.

Tahun 1279, ke laut selatan menembus hutan.
Lega menikmati pemandangan alam indah Lodaya, Tetu dan
Sideman.

Tahun 1281 di Badrapada bulan tambah.
Sri Nata pesiar keliling seluruh negara menuju kota
Lumajang.
Naik kereta diiring semua raja Jawa serta permaisuri
dan abdi Mahamantri Agung, tanda, pendeta, pujangga,
semua para pembesar ikut serta.

Juga yang menyamar, Empu Prapanca, girang turut
mengiring paduka Maharaja.
Tak tersangkal girang sang kawi, putra pujangga, juga
pencinta kakawin.
Dipilih Sri Paduka sebagai pembesar kebudaan mengganti
sang ayah.
Semua pendeta Buda ramai membicarakan tingkah lakunya
dulu.
Tingkah sang kawi waktu muda menghadap raja berkata,
berdamping, tak lain.
Maksudnya mengambil hati, agar disuruh ikut beliau ke
mana juga.
Namun belum mampu menikmati alam, membinanya, mengolah
dan menggubah.

Karya kakawin, begitu warna desa sepanjang marga
terkarang berturut.
Mula-mula melalui Japan dengan asrama dan candi-candi
ruk-rebah.
Sebelah timur Tebu, hutan Pandawa, Daluwang, Bebala di
dekat Kanci.
Ratnapangkaja serta Kuti, Haji, Pangkaja memanjang
bersambung-sambunga n.
Mandala Panjrak, Pongglang serta Jingan. Kuwu, Hanyar
letaknya di tepi jalan.

Habis berkunjung pada candi pasareyan Pancasara,
menginap di Kapulungan.
Selanjutnya sang kawi bermalam di Waru, di Hering,
tidak jauh dari pantai.
Yang mengikuti ketetapan hukum jadi milik kepala
asrama Saraya.
Tetapi masih tetap dalam tangan lain, rindu
termenung-menung menunggu.

Seberangkat Sri Nata dari Kapulungan, berdesak abdi
berarak.

_________________
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://www.kitlv.nl
Justice Bao
-= Um Momod =-
-= Um Momod =-


Male
Jumlah posting : 1991
Age : 45
Location : Jakarta
Job/hobbies : don't trust anybody
Registration date : 07.03.08

PostSubyek: Re: TERJEMAHAN KITAB NEGARA KERTAGAMA   Fri Mar 28, 2008 12:21 pm

BAGIAN KESEMBILAN

Sepanjang jalan penuh kereta, penumpangnya duduk
berimpit-impit.
Pedati di muka dan di belakang, di tengah prajurit
berjalan kaki.
Berdesak-desakan, berebut jalan dengan binatang gajah
dan kuda.
Tak terhingga jumlah kereta, tapi berbeda-beda tanda
cirinya.
Meleret berkelompok- kelompok, karena tiap mentri lain
lambangnya.

Rakrian sang Mahamantri Agung Patih Amangkubumi penata
kerajaan.
Keretanya beberapa ratus berkelompok dengan aneka
tanda.
Segala kereta Sri Nata Pajang semua bergambar
matahari.
Semua kereta Sri Nata Lasem bergambar cemerlang
banteng putih.
Kendaraan Sri Nata paha bergambar Dahakusuma mas
mengkilat.
Kereta Sri Nata Jiwana berhias bergas menarik
perhatian.
Kereta Sri Nata Wilwatikta tak ternilai, bergambar
buah mala.
Beratap kain geringsing, berhias lukisan mas, bersinar
meran indah.

Semua pegawai, parameswari raja dan juga rani Sri
Sudewi.
Ringkasnya para wanita berkereta merah berjalan paling
muka.
Kereta Sri Nata berhias mas dan ratna manikam paling
belakang.
Jempana-jempana lainnya bercadar beledu, meluap
gemerlap.

Rapat rampak prajurit pengiring Jenggala Kediri,
Panglarang, Sedah
Bayangkari gemruduk berbondong-bondong naik gajah dan
kuda.
Pagi-pagi telah tiba di pancuran Mungkur, Sri Nata
ingin rehat.
Sang rakawi menyidat jalan, menuju Sawungan
mengunjungi kerabat.

_________________
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://www.kitlv.nl
Justice Bao
-= Um Momod =-
-= Um Momod =-


Male
Jumlah posting : 1991
Age : 45
Location : Jakarta
Job/hobbies : don't trust anybody
Registration date : 07.03.08

PostSubyek: Re: TERJEMAHAN KITAB NEGARA KERTAGAMA   Fri Mar 28, 2008 12:22 pm

BAGIAN KESEPULUH

Larut matahari berangkat lagi tepat waktu Sri Paduka
lalu.
ke arah timur menuju Watu Kiken, lalu berhenti di
Matanjung.
Dukuh sepi kebudaan dekat tepi jalan, pohonnya
jarang-jarang.
Berbeda-beda namanya Gelanggang, Badung, tidak jauh
dari Barungbung.
Tak terlupakan Ermanik, dukuh teguh-taat kepada
Yanatraya.
Puas sang darmadyaksa mencicipi aneka jamuan makan dan
minum.

Sampai di Kulur, Batang di Gangan Asem perjalanan Sri
Baginda.
Hari mulai teduh, surya terbenam, telah gelap pukul
tujuh malam
Sri Paduka memberi perintah memasang tenda di
tengah-tengah sawah.
Sudah siap habis makan, cepat-cepat mulai membagi-bagi
tempat.

Paginya berangkat lagi menuju Baya, rehat tiga hari
tiga malam.
Dari Baya melalui Katang, Kedung Dawa, Rame, menuju
Lampes, Times.
Serta biara pendeta di Pogara mengikut jalan pasir
lemak-lembut.
Menuju daerah Beringin Tiga di Dadap, kereta masih
terus lari.
Tersebut dukuh kasogatan Madakaripura dengan
pemandangan indah.
Tanahnya anugerah Sri Paduka kepada Gajah Mada,
teratur rapi.

Di situlah Sri Paduka menempati pasanggrahan yang
tehias sangat bergas.
Sementara mengunjungi mata air, dengan ramah melakukan
mandi bakti.

Sampai di desa Kasogatan, Sri Paduka dijamu makan
minum.
Pelbagai penduduk Gapuk, Sada, Wisisaya, Isanabajra,
Ganten,
Poh, Capahan, Kalampitan, Lambang, Kuran, Pancar, We,
Petang.

_________________
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://www.kitlv.nl
Justice Bao
-= Um Momod =-
-= Um Momod =-


Male
Jumlah posting : 1991
Age : 45
Location : Jakarta
Job/hobbies : don't trust anybody
Registration date : 07.03.08

PostSubyek: Re: TERJEMAHAN KITAB NEGARA KERTAGAMA   Fri Mar 28, 2008 12:23 pm

BAGIAN KESEBELAS

Yang letaknya di lingkungan biara, semua datang
menghadap.
Begitu pula desa Tunggilis, Pabayeman ikut berkumpul.
Termasuk Ratnapangkaja di Carcan, berupa desa
perdikan.
Itulah empat belas desa Kasogatan yang berakuwu.
Sejak dahulu delapan saja yang menghasilkan bahan
makanan.

Fajar menyingsing, berangkat lagi Sri Paduka
melalui Lo Pandak, Ranu Kuning, Balerah, Bare-bare,
Dawohan,
Kapayeman, Telpak, Baremi, Sapang serta Kasaduran.
Kereta berjalan cepat-cepat menuju Pawijungan.
Menuruni lurah, melintasi sawah,
lari menuju Jaladipa, Talapika, Padali, Arnon dan
Panggulan.
Langsung ke Payaman, Tepasana ke arah kota Rembang.
Sampai di Kemirahan yang letaknya di pantai lautan.

Di Dampar dan Patunjungan
Sri Paduka bercengkerama menyisir tepi lautan.

Ke jurusan timur turut pasisir datar, lembut-limbur
dilintasi kereta.
Berhenti beliau di tepi danau penuh teratai, tunjung
sedang berbunga.
Asyik memandang udang berenang dalam air tenang
memperlihatkan dasarnya.
Terlangkahi keindahan air telaga yang lambai-melambai
dengan lautan.

Danau ditinggalkan menuju Wedi dan Guntur tersembunyi
di tepi jalan.
Kasogatan Bajraka termasuk wilayah Taladwaja sejak
dulu kala.
Seperti juga Patunjungan, akibat perang belum kembali
ke asrama.
Terlintas tempat tersebut, ke timur mengikut hutan
sepanjang tepi lautan.

Berhenti di Palumbon berburu sebentar, berangkat
setelah surya larut.
Menyeberangi sungai Rabutlawang yang kebetulan airnya
sedang surut.
Menuruni lurah Balater menuju pantai lautan lalu
bermalam lagi.

_________________
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://www.kitlv.nl
Justice Bao
-= Um Momod =-
-= Um Momod =-


Male
Jumlah posting : 1991
Age : 45
Location : Jakarta
Job/hobbies : don't trust anybody
Registration date : 07.03.08

PostSubyek: Re: TERJEMAHAN KITAB NEGARA KERTAGAMA   Fri Mar 28, 2008 12:23 pm

BAGIAN KEDUABELAS

Pada waktu fajar menyingsing, menuju Kunir Basini, di
Sadeng bermalam.
Malam berganti malam, Sri Paduka pesiar menikmati alam
Sarampuan.

Sepeninggal- nya beliau menjelang kota Bacok
bersenang-senang di pantai.
Heran memandang karang tersiram riak gelombang
berpancar seperti hujan.
Tapi sang rakawi tidak ikut berkunjung di Bacok, pergi
menyidat jalan.
Dari Sadeng ke utara menjelang Balung,
terus menuju Tumbu dan Habet. Galagah, Tampaling,
beristirahat di Renes seraya menanti Sri Paduka.
Segera berjumpa lagi dalam perjalanan ke
Jayakreta-Wanagriya .
Melalui Doni Bontong. Puruhan, Bacek, Pakisaji,
Padangan terus ke Secang.
Terlintas Jati Gumelar, Silabango.
Ke utara ke Dewa Rame dan Dukun.
Lalu berangkat lagi ke Pakembangan.
Di situ bermalam, segera berangkat.

Sampailah beliau ke ujung lurah Daya.
Yang segera dituruni sampai jurang.
Dari pantai ke utara sepanjang jalan.
Sangat sempit sukar amat dijalani.
Lumutnya licin akibat kena hujan.
Banyak kereta rusak sebab berlanggar.

Terlalu lancar lari kereta melintas Palayangan.
Dan Bangkong dua desa tanpa cerita terus menuju
Sarana,

Mereka yang merasa lelah ingin berehat.
Lainnya bergegas berebucalan menuju Surabasa.
Terpalang matahari terbenam berhenti di padang lalang.

Senja pun turun, sapi lelah dilepas dari pasangan.
Perjalanan membelok ke utara melintas Turayan.
Beramai-ramai lekas-lekas ingin mencapai Patukangan,
Panjang.

Namun dikisahkan kelakuan para mentri dan abdi.
Beramai-ramai Sri Paduka telah sampai di desa
Patukangan.
Di tepi laut lebar tenang rata terbentang di barat
Talakrep
Sebelah utara pakuwuan pesanggrahan Sri Baginda.

Semua Mahamantri Agung mancanagara hadir di pakuwuan.
Juga jaksa Pasungguhan Sang Wangsadiraja ikut
menghadap.
Para Upapati yang tanpa cela, para pembesar agama.
Panji Siwa dan Panji Buda faham hukum dan putus
sastera.

Sang adipati Suradikara memimpin upacara sambutan.
Diikuti segenap penduduk daerah wilayah Patukangan.
Menyampaikan persembahan, girang bergilir dianugerahi
kain.
Girang rakyat girang raja, pakuwuan berlimpah
kegirangan.

Untuk pemandangan ada rumah dari ujung memanjang ke
lautan.
Aneka bentuknya, rakit halamannya, dari jauh bagai
pulau.
Jalannya jembatan goyah kelihatan bergoyang ditempuh
ombak.
Itulah buatan sang arya bagai persiapan menyambut
raja.

Untuk mengurangi sumuk akibat teriknya matahari
Sri Paduka mendekati permaisuri seperti dewa-dewi.
Para putri laksana apsari turun dari kahyangan.
Hilangnya keganjilan berganti pandang penuh heran
cengang.
Berbagai-bagai permainan diadakan demi kesukaan.
Berbuat segala apa yang membuat gembira penduduk.
Menari topeng. bergumul, bergulat, membuat orang
kagum.

Sungguh beliau dewa menjelma sedang mengedari dunia.
Selama kunjungan di desa Patukangan
Para Mahamantri Agung dari Bali dan Madura.
Dari Balumbung,

_________________
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://www.kitlv.nl
Sponsored content




PostSubyek: Re: TERJEMAHAN KITAB NEGARA KERTAGAMA   Today at 6:11 am

Kembali Ke Atas Go down
 
TERJEMAHAN KITAB NEGARA KERTAGAMA
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» [DIY] Cek negara pembuat Ninja 250R; Thailand atau Jepang?
» 20 Alasan Kita Cinta Indonesia
» Tolongin ane bro(Masalah oli motul ester)
» [ASK ] apa sih keunggulan kitaco dari BIKERS
» Aksi Damai MayDay 1 May 2010 Longmarch Bund. HI - Istana Negara & City Touring

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Yeni Galuh Forum :: *** TAMAN SARI *** :: -= Sasana Pujangga =--
Navigasi: