Yeni Galuh Forum
Hallo...!



 
IndeksPendaftaranLogin

Share | 
 

 Sebenarnya batik itu milik Indonesiaq ato Malaysia..??

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
YENI GALUH NURPRATIWI
-= Eyang Putri =-
-= Eyang Putri =-


Female
Jumlah posting : 2770
Location : KAHYANGAN
Job/hobbies : Beauty is my Life
Registration date : 05.10.07

PostSubyek: Sebenarnya batik itu milik Indonesiaq ato Malaysia..??   Sun Jun 08, 2008 6:40 pm

Wah...wah....Menurut kalian Batik milik Indonesia atau malaysia sih..?? Rela gak batik diklaim sebagai milik Malaysia..?? jangan lupa alasannya ya.. Ciayo

_________________
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://yenigaluh.forumotion.com
YENI GALUH NURPRATIWI
-= Eyang Putri =-
-= Eyang Putri =-


Female
Jumlah posting : 2770
Location : KAHYANGAN
Job/hobbies : Beauty is my Life
Registration date : 05.10.07

PostSubyek: Re: Sebenarnya batik itu milik Indonesiaq ato Malaysia..??   Sun Jun 08, 2008 6:41 pm

Demam Batik Melanda Indonesia

Gara-gara batik diklaim sebagai kain tradisional ”milik” Malaysia, rakyat Indonesia meradang. Sejak itu, tanpa dikomando, banyak orang – dipelopori kalangan selebriti – mengenakan batik sebagai busana sehari-hari. Demam batik pun menjalar ke seluruh negeri. Kado manis untuk peringatan satu abad Kebangkitan Nasional.


Jika Anda pulang kampung ke Indonesia hari-hari ini, bersiaplah untuk menerima ”surprise”. Cobalah Anda berjalan-jalan ke mal, menonton televisi, pergi ke diskotek, atau...hadir dalam sebuah pengajian. Jangan kaget jika Anda menemukan banyak wanita Indonesia yang mengenakan busana batik. Motif dan modelnya amat beragam dan menarik. Dari yang bergaya U can see, set dress hingga yang ala gamis.

Inti kisah, batik kini sudah tidak lagi identik dengan busana resmi dan kuno, tapi sudah ”disulap” menjadi busana modis yang bisa dikenakan kapan saja, di mana saja, dan oleh siapa saja. Lima penyanyi wanita Indonesia: Yuni Shara, Iga Mawarni, Rika Roeslan, Nina Tamam, dan Andien – yang bulan April lalu mengumumkan pembentukan kelompok vokal ”5 Wanita” – sejak awal sudah menegaskan hendak selalu tampil berbatik di atas pentas.

Menurut Yuni Shara, 5 Wanita hadir mengusung semangat bangga menjadi wanita Indonesia. ”Intinya, kita ingin menjadi penyemangat dan inspirasi. Tidak sekadar bernyanyi, tetapi bersuara tentang berbagai pesan kebudayaan dan pendidikan,” ujarnya. Busana batik dengan sentuhan kasual (atasan batik, bawahan jeans – Red.) sengaja dipilih sebagai ”seragam panggung” 5 Wanita, karena dianggap mencerminkan kepribadian bangsa Indonesia yang wajib dilestarikan.

Demam berbatik yang sedang melanda Indonesia ini, tentu, tidak muncul tiba-tiba. Pemicunya sekitar akhir tahun lalu. Saat itu, rakyat Indonesia dikejutkan oleh kabar dari negeri jiran. Tanpa tedeng aling-aling, Malaysia mengklaim batik sebagai kain tradisional mereka.

Keruan, rakyat Indonesia meradang. Muncul debat ramai di forum internet, dialog di televisi hingga demonstrasi masyarakat, menentang pernyataan tersebut. Bahkan di Bandung, sempat dicetak kaus dengan tulisan ”Malingsia” menanggapi ”kelakuan” Malaysia itu. Apalagi, selain batik, klaim serupa juga terjadi atas lagu Rasa Sayange, bahkan kesenian reog. Dari sini pula muncul sebuah ”gerakan”.

Gerakan ini sebenarnya sudah mulai menggeliat sedari dulu. Tetapi, ketika itu, penampakannya masih terbatas pada event tertentu. Saat ini berbeda. Batik sudah benar-benar turun ke jalan. Seperti telah disebut, tanpa dikomando, satu persatu masyarakat Indonesia – khususnya di kota-kota besar dan dipelopori oleh kalangan selebriti – mulai rajin mengenakan batik sebagai busana sehari-hari.

Pergerakannya sungguh luar biasa. Batik kemudian bisa ditemui di mana-mana. Apalagi, pemerintah kemudian mengeluarkan imbauan untuk setiap pegawai kantor, mengenakan batik setiap hari Jumat. Batik pun seakan ”berteriak” lagi, dengan mengusung cerita baru. Wow!

Tren sesaat atau tahan lama?

Kata batik, berasal dari bahasa Jawa. Gabungan dari kata ”amba” yang berarti menulis, dan kata ”titik”. Jadi bisa dibilang, batik adalah menulis dengan titik. Tak terungkap jelas sejarah atau asal-usul mengenai batik dan tekniknya. Tapi ada yang mengatakan, batik berasal dari bangsa Sumeria, yang kemudian berkembang di Jawa, setelah dibawa oleh para pedagang India.

Dalam kenyataan, batik memang banyak ditemukan di berbagai negara – selain Indonesia. Mulai dari Malaysia, Thailand, India, Sri Lanka, Iran, bahkan beberapa negara di benua Afrika. Anda mungkin masih ingat mantan Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela. Belasan tahun lalu, ia datang ke Indonesia dan beroleh kenang-kenangan kemeja batik dari Presiden Soeharto. Sejak itu, Mandela memilih batik sebagai busana resminya.

Keberadaan batik yang telah menyebar ke banyak negara, pada gilirannya membuat corak dan warna batik terus mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Berevolusi tanpa meninggalkan ciri khas. Meski demikian, batik yang sangat terkenal di dunia, tetap saja batik dari Indonesia, khususnya Jawa.

Di Indonesia, batik mulai dikenal sejak zaman Majapahit. Sedari dulu, seni kerajinan yang dianggap memiliki estetika seni tinggi ini, sudah menjadi sumber mata pencaharian bagi para wanita. Baru ketika batik cap ditemukan sekira 1920, kaum pria mulai terjun ke bidang ini. Seperti ditemukan di daerah pesisir, pria-lah pelaku batik.

Pada 1840-1910, para wanita Indo-Belanda yang tinggal di Indonesia, membuat batik dengan pengaruh budaya Belanda. Kebanyakan mengangkat tema cerita dongeng seperti Putri Salju. Tradisi membatik pun pada mulanya merupakan tradisi turun-temurun. Sehingga kadang kala, suatu motif batik dapat dikenali berasal dari sebuah keluarga tertentu.

Beberapa motif batik juga dapat menunjukkan status sosial seseorang. Seperti para raja dan keluarga serta bangsawan tingkat tinggi, mengenakan motif batik larangan seperti Parang Barong, Semen Gerda, dan Udan Liris, yang dilarang digunakan oleh rakyat jelata. Tapi lambat laun, batik mulai lebih membumi, memasyarakat, juga mendunia. Pak Harto, harus diakui, adalah orang yang amat berjasa membawa batik ke mata dunia, diawali saat tampil di konferensi PBB.

Batik kini sudah di mana-mana. Itu fakta. Pertanyaan besarnya, sampai kapan?

Berbagai pendapat muncul. Ada yang mengatakan hanya sebentar karena sekadar tren, tapi ada juga yang berpendapat sebaliknya. Mengutip pandangan pengamat mode Anton Diaz, tren batik sekarang sebenarnya tidak ada hubungan dengan tren mode dunia. Batik saat ini, secara tidak langsung, merupakan akibat perkembangan politis – saat negara tetangga – mengaku-aku batik sebagai kain tradisional mereka.

Sebenarnya, batik yang digarap menjadi blus modern dengan gaya yang trendi, sudah dimulai oleh Eduard Hutabarat sekira tiga tahunan lalu, dengan label Part I by Eduard Hutabarat. Lalu, terhitung sejak pertengahan 2007, para sosialita mulai tampil dengan busana batik di acara-acara formal. Dan, awal tahun 2008, demamnya benar-benar terasa.

Karena kebangkitannya bukan didasari oleh tren mode – kecenderungan berbusana – maka demam batik diyakini tidak akan hilang begitu saja. Menurut Anton, batik akan bertahan seperti kebaya, yang dipopulerkan Eduard Hutabarat pada akhir 1990-an, diteruskan oleh Didi Budihardjo, Edi Betty, Anne Avantie, dan tetap bertahan sampai sekarang.

Variabel batik yang begitu banyak (terutama corak), justru akan membuat batik semakin bertahan. Masih banyak unsur batik atau pun jenis batik yang belum digarap, sehingga pada masa mendatang akan muncul batik dalam bentuk baru, gaya baru, sentuhan baru. ”Tidak hanya dalam hitungan bulan, tapi dapat bertahan dalam hitungan tahun,” papar Anton.

Pendapat senada dilontarkan perancang batik ternama Lenny Agustine. Menurut kalkulasinya, (tren) batik saat ini paling cepat akan berumur dua tahun. Tapi sebagai perancang, Lenny berharap bisa memperpanjang kelangsungan tekstil Indonesia seperti sekarang, karena bisa menghidupkan para perajinnya, pelukis, hingga penenunnya. ”Saya sendiri melihat tren ini sebagai sesuatu yang sangat bagus. Bahkan, saya berharap, seumur hidup bisa seperti ini.”

Lenny menyebut contoh masyarakat India. Di India, mau mode jenis apa pun yang ngetren di dunia, sehari-hari mereka tetap memakai Sari (pakaian tradisional India). Untuk Indonesia, Lenny berharap bisa seperti itu. ”Tidak hanya untuk batik, tapi juga tenun, songket dan lain-lain,” ujarnya.

Jadi? Demam berbatik, bisa jadi, memang akan berusia panjang. Apalagi jika warga negara Indonesia yang bekerja dan menetap di negara lain mau ikutan menularkan demam batik ini ke negeri tempat mereka bekerja. Termasuk Hong Kong, tentu saja! (WIN/ANT)


Guruh Soekarno Putra
”Hargai Produk Negeri Sendiri”

Ingat batik, ingat Guruh Soekarnoputra. Putra bungsu mantan Presiden Soekarno ini sampai harus turun gunung untuk menguri-uri (melestarikan) seni batik. Lewat seni batik, Guruh telah terbukti ikut membantu menjaga keutuhan serta mengembangkan peninggalan luhur budaya tradisional bangsa Indonesia itu.

Guruh mengaku sudah mengenal ilmu membatik, khususnya batik gaya Surakarta (Solo), sejak kelas dua SMP dari gurunya, Raden Ajeng Laksmito Roekmi. Ia tergugah untuk ”back to batik” karena prihatin melihat kondisi kehidupan masyarakat Indonesia yang sudah terbius oleh produk-produk Barat.

Sejak mendirikan perusahaan batik, PT Guruh Soekarno Persada di Solo, tahun 1999, Guruh sebenarnya sudah rajin membatik. Bahkan, inspirasi untuk mendirikan perusahaan itu terjadi setelah ia mulai membatik pada 1997. Dan ternyata, hasil karyanya digemari banyak orang.

Sayang, akibat kesibukan di ranah politik, PT Guruh Soekarno Persada harus ”tidur” tiga tahun: 2004 s.d. 2007. ”Medio 2007, saya turun (membatik) lagi, setelah saya benahi manajemen di PT Guruh Soekarno Persada. Dan, sejak saat ini, perusahaan itu mulai memproduksi karya-karya saya yang mutakhir,” ujarnya, saat ditemui Apakabar di Solo, beberapa waktu lalu.

Harga batik karya tangan Guruh beraneka ragam. Mulai dari Rp 200 ribu hingga Rp 40 juta. Mengenai harga batiknya yang mencapai jutaan itu, Guruh menegaskan bahwa hal itu akan menjadi pembuktian dari sebuah rasa cinta dan penghargaan terhadap budaya bangsa Indonesia.

”Saya justru bingung pada bangsa ini. Ketika mendengar harga batik yang jutaan rupiah, sudah teriak. Sementara, mereka mengejar-ngejar produk asing (impor) yang harganya juta-jutaan atau puluhan juta seperti Louis Vuitton, Gianni Versace, Benetton, Hugo Boss. Seharusnya, dengan mahalnya harga batik, kita bangga terhadap karya nenek moyang kita yang memiliki nilai jual tinggi. Saya benar-benar prihatin,” kata Guruh, serius.

Secara tidak langsung, dengan harga batik yang tinggi, Guruh justru ingin menyadarkan orang-orang kaya Indonesia, agar menghargai produksi dalam negeri. Dalam upayanya memperjuangkan kelangsungan ilmu membatik yang diwariskan oleh nenek moyang bangsa Indonesia, Guruh juga sangat memperhatikan kualitas dari batik-batik ciptaannya, agar tidak ketinggalan dari produk impor.

Pada zaman sekarang, tentu ia tidak mengusung karya batik klasik yang hanya mengandalkan sentuhan tiga warna: cokelat, hitam, dan putih. Guruh juga menciptakan karya-karya batik kreasi baru atau memodifikasi gaya batik klasik, seperti Wahyu Temurun, Parang Barong, dan lain-lain, dengan berbagai sentuhan warna.

”Kalau dulu kain yang dipakai untuk membatik adalah kain katun, kini semua jenis kain pun bisa saya batik. Bahkan, saya juga menciptakan kreasi baru dengan memproduksi batik di kain jeans atau denim. Yang jelas, karya-karya batik saya tidak akan ketinggalan zaman dan bisa dipakai pada aneka acara atau saat kapan pun,” katanya.

_________________
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://yenigaluh.forumotion.com
obay
-= Um Momod =-
-= Um Momod =-


Male
Jumlah posting : 327
Age : 32
Location : di lubuk hatimu ( gombalz bgt deh )
Registration date : 23.05.08

PostSubyek: Re: Sebenarnya batik itu milik Indonesiaq ato Malaysia..??   Mon Jun 09, 2008 12:53 am

wah gawat nih setelah salah satu kesenian di klaim milik malaysia sekarang batik, apa maunya sih mereka??
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
YENI GALUH NURPRATIWI
-= Eyang Putri =-
-= Eyang Putri =-


Female
Jumlah posting : 2770
Location : KAHYANGAN
Job/hobbies : Beauty is my Life
Registration date : 05.10.07

PostSubyek: Re: Sebenarnya batik itu milik Indonesiaq ato Malaysia..??   Mon Jun 09, 2008 1:04 am

@Obay

Tau tuh Bay..sebenernya apa maunya mereka.. Enak aja ngaku-ngaku...Batikkan asli Indonesia punya.. toktok

_________________
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://yenigaluh.forumotion.com
muhjafar
[YG]-=Silver=-
[YG]-=Silver=-


Male
Jumlah posting : 263
Age : 39
Location : Makassar
Job/hobbies : Sport, Denger Muzik, Baca Buku
Registration date : 11.03.08

PostSubyek: Re: Sebenarnya batik itu milik Indonesiaq ato Malaysia..??   Mon Jun 09, 2008 11:02 am

Malaysia sukanya mengklaim apa aja milik Indonesia setelah beberapa tahun yang lalu di mengklaim beberapa pulau2 di Indonesia, ehhh.. sekarang Batik asli Indo diklaim lagi jadi miliknya. Padahal nyata-nyata Indonesia dikenal sebagai penghasil batik asli malah dia yang ngaku2 sebagai pemilik batik asli.'Ye...Yes...!!!'
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://www.jafar2001.blogdetik.com
Tamu
Tamu



PostSubyek: Re: Sebenarnya batik itu milik Indonesiaq ato Malaysia..??   Mon Jun 09, 2008 1:42 pm

batik mah dari indonesia . .
kata batik sendiri indonesia punya deh
kalo malaysia punya . . .kgk tau namanya apa
coba tuh org malaysia namain nya apa kek jgn niru2 BATIK juga namain Seni itu . . .

Toh Kata Batik aja berasal dari Jawa koq . . .
nih di sini ada nih penjelasan nya...
http://id.wikipedia.org/wiki/Batik

So malingsia . . knp ada kata batik juga ?
penasaran . . cari aja di mana juga "Batik malaysia..."
kalo ada ya ksh tau deh di mari batik malaysia gimane..
hahahaha

Hidup Batik Indonesia !!
Kembali Ke Atas Go down
SHAGGY
[YG]-=Imitation=-
[YG]-=Imitation=-


Male
Jumlah posting : 17
Age : 38
Location : Sweet Home
Job/hobbies : Pemburu Bidadari
Registration date : 30.05.08

PostSubyek: Re: Sebenarnya batik itu milik Indonesiaq ato Malaysia..??   Mon Jun 09, 2008 5:37 pm

Adoowwww... Inikan batik Gw.. Batik INDONESIA Gw dunk ah..bukan malaysia punya..!! gak percaya..?? nih koleksi batik gw selemari ( maksudnya naruh batik sepotong ditaruh dilemari gitu loh.) Mrenges lari
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
bagus_54
[YG]-=Gold=-
[YG]-=Gold=-


Male
Jumlah posting : 890
Age : 30
Location : NGayogyokarto hadiningrat
Registration date : 19.10.07

PostSubyek: Re: Sebenarnya batik itu milik Indonesiaq ato Malaysia..??   Thu Jun 12, 2008 8:48 pm

iya betul.. batik diproduksi di INDONESIA.. dijogja khususnya klo menurut gw.... alnya di sepanyang jl malboro coba liat.. huehue.. jadi ujung ke ujung deretan batik semua... Smile
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Nin0
[YG]-=Imitation=-
[YG]-=Imitation=-


Male
Jumlah posting : 47
Age : 27
Registration date : 07.07.08

PostSubyek: Re: Sebenarnya batik itu milik Indonesiaq ato Malaysia..??   Wed Jul 09, 2008 11:33 am

Yg Namanya BATIK cuma 1, yaitu "BATIK">>>

Kita Jgn MEnyebut BAtik Indonesia,Klo Kita nyebut Batik Indonesia Berati Batik Ada di banyak Negara donk!!!
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Sponsored content




PostSubyek: Re: Sebenarnya batik itu milik Indonesiaq ato Malaysia..??   Today at 2:34 am

Kembali Ke Atas Go down
 
Sebenarnya batik itu milik Indonesiaq ato Malaysia..??
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» apa iya ada knalpot YOSHIMURA Malaysia???
» TOURING SELURUH SEMENANJUNG MALAYSIA
» Nonton bareng Moto GP di sepang malaysia
» Tragedi Moto GP Sepang Malaysia
» hati2!!!!knalpot luar palsu bro,yoshi dan jardine ada buatan malaysia dan thailand berlogo usa

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Yeni Galuh Forum :: *** PENDHOPO AGUNG *** :: -= Lantar Tanding =--
Navigasi: