Yeni Galuh Forum
Hallo...!



 
IndeksPendaftaranLogin

Share | 
 

 Nah Ini Dia !!!!

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
Justice Bao
-= Um Momod =-
-= Um Momod =-


Male
Jumlah posting : 1991
Age : 45
Location : Jakarta
Job/hobbies : don't trust anybody
Registration date : 07.03.08

PostSubyek: Nah Ini Dia !!!!   Fri May 09, 2008 9:11 pm

Ayah Tiri Peduli Janda

Misalkan ada Partai Karya Peduli Janda, Jazuli, 45, layak jadi ketua umumnya. Soalnya, asal lihat janda, nggames (doyan ) banget dia. Sampai sampai, anak tiri yang belum lama menjanda, Darsiti, 21, langsung disergapnya. Meski dia sempat kabur berbulan-bulan, akhirnya polisi Banyuwangi membekuknya jua.

Andaikan pengusaha, Jazuli juga boleh disebut pebisnis yang cepat menangkap peluang. Soalnya, begitu tahu anak tirinya dalam status janda, dia berusaha untuk memanfaatkan. Bukankah teori usang mengatakan, janda adalah lambang kesepian? Nah, dalam kondisi sepi tanpa lelaki, dia pastilah sangat mendambakan peluk rindu. Dan Jazuli, sebagai ayah tiri siap menjadi penyandang tenaga kuda, untuk memuaskan sijanda meruguk dahaga asmara.

Jika boleh berkata jujur, sebetulnya sudah cukup lama Jazuli mengincar Darsiti. Sebab sementara sang ibu mulai kempong perot (keriput) dalam usia 50, si anak tiri justru makin mempesona, menebar aroma semerbak mewangi. Perhatikan bodinya, simak gurat-gurat wajahnya, begitu teduh, damai, tenang bak Telaga Sarangan dalam sebuah lagu keroncong. “Kagum aku memandang, oh indahnya “rahasia” janda pujaan…,” kata Jazuli mempelesetkan lagu ciptaan Ismanto itu.

Untuk tampil ke depan, menaksir diri anak tiri sendiri, jelas tak berani dan malu. Tapi masalahnya, iman boleh kuat cuma “si imin” selalu menggeliat! Walhasil ambisi Jazuli untuk memiliki Darsiti si anak tiri, ya hanya maju mundur bak tari poco-poco sebagaimana sindiran Megawati pada SBY. Soalnya yaitu tadi, jika terlalu agresif, nanti apa kata tetangga dan istrinya. Bagaimanapun juga Jazuli mencoba jaim alias jaga imej.

Maka peristiwa yang sangat buruk itu pun kemudian terjadi. Ketika Darsiti menikah dan dibawa pergi suaminya, dia sebagai bapak harus merelakan dan memberi restu. Padahal batinnya clegak-cleguk (menelan ludah) saking ngilernya. Ibarat unggas merpati itu sudah lepas dari genggaman, terbang tinggi di balik awan. Oh, bisa dibayangkan bagaimana luka hati si ayah tiri ini. “Betapa kukecewaaaaa…..,” kata Jazuli ketika berkeroncong ria menghidur diri.

Untung saja Jazuli tak perlu merana berlama-lama. Baru setahun berumahtangga, didengar kabar bahwa rumahtangga Darsiti tak bahagia. Karena ternyata suaminya hanya lelaki abal-abal, pekerjaan tidak jelas. Ketika si anak tiri itu pulang ke rumah sambil menangis, mengadukan perilaku suaminya, Jazuli keplok bokong (menepuk pantat) pertanda girang bukan buatan. Maka sarannya kemudian: cerai, cerai, cerai! Begit saja kok repot…..

Nah, karena tekanan ayah tiri begitu kuat, apa lagi didukung semua fraksi dalam keluarganya, jadilah Darsiti mengambil kebijakan yang tidak populer: cerai! Begitu palu hakim Pengadilan Agama Banyuwangi diketuk, Jazulilah lelaki paling pertama yang berteriak kegirangan dalam hati. “Selamat datang janda baru, aku siap jadi “generasi penerus” suamimu…,” kata Jazuli sebagai lelaki karya peduli janda.

Demi suksesnya sebuah politik kotor, Jazuli mencoba tampil elegan. Maksudnya, ketika Darsiti kembali ke rumah orangtuanya di Desa Palpitu Kecamatan Wongsorejo Kabupaten Banyuwangi (Jatim), dia tidak langsung main tubruk. Tunggu dulu sampai situasinya sangat memungkinkan. Bukankah pepatah Jawa mengatakan: kena iwake aja nganti buthek banyune (kena sasaran tanpa timbulkan masalah). Padahal “iwak” Darsiti itulah yang sudah dirindukan selama ini.

Untuk bulan pertama, kedua, ketiga, masih aman. Tapi lepas sekwartal, benar-benar Darsiti disergap di kala rumah sedang sepi. Padahal prediksi Jazuli bahwa si anak tiri sedang kesepian dan merindukan dekapan lelaki, meleset total. Buktinya, meskipun siang itu sudah berhasil disetubuhi si ayah tiri, dia langsung mengadu pada ibunya. Wah, tentu saja Ny. Jazuli naik pitam. Tak peduli suami sendiri, hari itu juga suami celamitan itu dilaporkan ke Polsek Wongsorejo dan ditangkap krekeppp. Tinggalah Jazuli menyesal, enaknya nggak seberapa, hukumannya minimal 5 tahun penjara!

Repot kan, “iwak” kena tapi kolam kadung butek.

http://www.poskota.co.id

_________________
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://www.kitlv.nl
Justice Bao
-= Um Momod =-
-= Um Momod =-


Male
Jumlah posting : 1991
Age : 45
Location : Jakarta
Job/hobbies : don't trust anybody
Registration date : 07.03.08

PostSubyek: Re: Nah Ini Dia !!!!   Fri May 09, 2008 9:13 pm

Tusuk Dulu Urusan Belakang

Tatkala suami tergila-gila pada perempuan lain, bagaimana istri tidak sewot? Itu pula yang dilakoni wanita dari Bojonegoro (Jatim) ini. Sementara suami mbregudul (keras kepala) dan perempuannya nyosorrr terus, Warti, 38, bertindak tegas. Musuh bebuyutan itu ditusuk pisau jusss, dan urusan belakanganlah!

Agaknya Bripka Widyo, 43, sebagai polisi tak hanya jeli pada tindak kejahatan. Pada wanita cantik berpantat gede yang menjanjikan kenikmatan, dia semakin jeli lagi. Dari gerak gerik dan sorot mata perempuan itu, Widyo bisa memastikan bahwa wanita di depannya tersebut bisa “diolah” sedemikian rupa. Tinggal masalahnya, ada keberanian atau tidak? Soalnya, keberanian di sini bukan sekedar dari sisi onderdil, tapi juga sisi materil untuk mendukung Operasi Cinta si anggota bayangkara.

Kawan kita dari Desa Pasinan Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro ini memang tengah dilamun asmara. Dia terpikat pada senyum manis cewek bernama Hesti Ambarwati, 27. Cantik namanya, cantik pula orangnya. Pendek kata bisa mengingatkan pada lagunya Lilis Suryani di tahun 1960-an. “Oo….Hesti, mengapa wajahmu mirip dia, dia yang selalu menawan hatiku, kau datang di kala aku rindu. Bila kupandang wajahmu, hatiku tersayat sedih, karena teringat selalu, dia yang telah pergi….!

Pada paruh waktu perjalanan hidupnya, Bripka Widyo memang pernah jatuh cinta pada cewek mirip Hesti yang kini ada di depannya itu. Seakan gadis masa lalu tersebut kembali hadir di depannya, dan sengaja dikirimkan Tuhan untuknya. Kenapa beramsumsi demikian? Sebab lagak dan gayanya, si Hesti ini sangat pasrah. Diapakan saja mau, pendek kata: minakjingga, miring penak njengking mangga (miring enak, nungging hayo saja).

Ada cewek cantik kok dianggurkan, ora ilok (pantangan) bagi Bripka Widyo. Setelah berkenalan disusul tawaran jalan bareng, ternyata si Hesti memang tidak menolak. Selanjutnya oknum polisi ini jadi lupa pada yang di rumah. Pada kesempatan jalan bareng berikutnya, Hesti tak hanya dipandangi sebagaimana kata Lilis Suryani, tapi langsung digauli bak seorang istri. Dan karena selingkuh itu enak full deg-deg plas, akhirnya jadi rutinitas. Setiap ada kesempatan pastilah Hesti diajak kelon dengan segala dinamikanya.

Sering dikeloni oknum polisi, lama-lama perut Hesti menggelembung. Sebagai lelaki tanggungjawab Widyo segera mengawininya secara siri, bahkan ditempatkan di sebuah rumah kontrakan. Celakanya, karena hanya bertetangga kampung, dengan pede-nya Hesti sering minta uang pada Widyo di jalan. Ini dilakukan juga ketika Hesti sudah melahirkan bayinya. Lama-lama tentu saja, ada tetangga yang tahu dan praktis segera dilaporkan pada Ny. Warti selaku pihak terkait.

Tak pelak lagi Ny. Warti naik pitam, suaminya diinterogasi, dipaksa menjawab 10 pertanyaan. Tapi dia tetap tak mengaku, bahkan berani sumpah dijejeli apem (mulut disumpal apem) bila berbohong. Gagal menekan suaminya, gantian Ny. Widyo mendatangi Hesti, minta jangan sekali-kali mengganggu suaminya. “Gara-gara kamu, yang terbagi bukan hanya si entong tapi juga kantong. Tahu nggak kamu ha….?” Tegur Warti keras.

Ironisnya, Hesti tak juga gentar dengan teguran keras. Asal ada kesempatan, selalu saja minta duit pada Bripka Widyo. Jelas istrinya yang baku semakin nyap-nyap. Gila, uang bulanan tekor, suami masih juga disosor. Beberapa hari lalu Ny. Warti jadi nekad. Saat melihat gendakan suami jalan menggendong anak, amarahnya berkobar. Tanpa ampun lagi Hesti ditusuk jusss. Sementara Hesti dilarikan ke RSU Bojonegoro, istri Bripka Widyo ditangkap polisi Polsek Baurena untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Ketika diberi tahu Hesti masuk rumahsakit, komentarnya pendek saja: kok gak modar sisan, wong wedok gatele eram (kepana nggak mati sekalian, perempuan kok gatel amat). Gatel ya digaruk lah iyauwwww.

http://www.poskota.co.id/

_________________
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://www.kitlv.nl
Justice Bao
-= Um Momod =-
-= Um Momod =-


Male
Jumlah posting : 1991
Age : 45
Location : Jakarta
Job/hobbies : don't trust anybody
Registration date : 07.03.08

PostSubyek: Re: Nah Ini Dia !!!!   Fri May 09, 2008 9:14 pm

Senyummu Adalah Mautmu

Kenapa lelaki selalu mendambakan istri cantik? Padahal bini cantik sering makan hati. Lihat saja Ipung, 27, dari Probolinggo (Jatim) ini. Hanya karena istrinya bersenyum ria ketika ditowel lelaki tetangga, langsung saja golok bicara. Maka kasihan nasib Samsu, 35. Selingkuhnya belum, matinya sudah.

Enaknya di mana sih memiliki bini cantik? Padahal bila ditinjau dari ilmu perkuean, wanita itu tak ubahnya kue biskuit Kong Guan atau Regal. Bentuk dan warna boleh macem-macem, tapi rasanya toh sama saja! Yang campur kelapa juga begitu, yang pakai coklat rasanya juga begitu. Cuma jika ada perbedaan pada kemasan saja, ditambah: biskuit bisa jadi obat sakit maag, kalau punya bini bisa kena penyakit maah, maah…, terutama di malam hari!

Nah, Ipung warga Desa Wonoasri Kecamatan Kuripan Kabupaten Probolinggo, baru saja membina rumahtangga. Ibarat kata, janur kuning di rumah Parmi, 23, belum juga kering, wong baru 5 bulan lalu mereka manikah. Tapi sejak itu badan Ipung jadi tambah gemuk. Maklum sekarang kopen (terjamin) segalanya. Tidur ada yang nemeni, makan sudah ada yang meladeni. Badannya juga tambah bersih, karena setelah ada istri jadi mandi melulu, terutama untuk mandi wajib!

Apa orang bilang? Istri cantik memang selalu bikin makan hati, setidaknya mudah dibakar cemburu. Liat bini dipandang agak lama oleh lelaki, jadi panas. Tahu bini digoda kaum adam, lalu menafsirkan yang bukan-bukan. Ini pula yang dialami Ipung. Jadi baginya, punya bini seperti anak kecil dapat mainan baru. Tak boleh sama sekali orang lain mencoleknya. Apa lagi dipinjam, wooo! “Kambing diumbar gemuk, bini cantik diumbar ya ludes,” begitu kata Ipung saking bangga pada istri barunya.

Parmi memang cukup cantik, bagi ukuran kampung tentunya. Ditambah sifatnya yang ramah dan murah senyum, membuat lelaki sering salah prediksi. Menyaksikan sikap Parmi yang begita-begitu (agak gimana gitu – Red) dikiranya dia mudah digituin! Padahal sama sekali tidak. Dia bersikap akrab dengan para lelaki tetangganya, sebetulnya sebatas persahabatan semata. Tak ada tendensi politik, apa lagi sengaja tebar pesona demi Pemilu 2009. Nggak ada itu, nggak ada!

Akan tetapi Ipung sudah demikian was-was, bagaikan meninggalkan bayi di pinggir ranjang. Soalnya dia berulang kali melihat, sikap Samsu tetangganya itu mana kala bertemu Parmi jadi macam kucing lihat dendeng. Padahal di rumah Samsu juga sudah memiliki “dendeng” sendiri, yang bisa digado (dimakan tanpa nasi) sambil minum kopi. Bahkan dia pernah menegur istrinya langsung, untuk berhati-hati pada si Samsu. “Kenapa sih, hanya ketawa-ketiwi sama tetangga kok nggak boleh?” kata Parmi.

Memang, Samsu bila bercanda dengan Parmi sok kelewatan. Berani main towel lengan dan pantat segala. Tapi yang ditoweln biasa-biasa saja, malah bersenyum-senyum ria. Menegur istri tak digubris, sekali waktu Ipung menegur langsung. Tapi jawab lelaki itu justru makin bikin panas. Apa dia bilang? “Tak perlulah cemburu, wong aku ini tahu wudane bojomu (telanjang istrimu),” kata Samsu. Maksud Samsu, dulu Parmi memang yang menggendong-gendongnya ketika kecil. Tapi menurut Ipung, tahu saat telanjangnya berarti sering ngintip.

Amarah Ipung semakin menjadi ketika ibunya juga beberapa kali melapor bahwa Samsu suka menggoda Parmi. Celakanya, ketika si istri diinterogasi dan dipaksa menjawab 15 pertanyaan macam tersangka dana BI, dia tetap bersikeras bahwa tak pernah selingkuh dengan Samsu. Bagi Ipung, di manapun maling tak kan pernah mengaku. “Berani menggoda istriku, berarti kamu siap caruk, Sam….,” tantang Ipung kemudian sambil membawa golok ke rumah Samsu.

Malam itu Samsu yang sedang bikin gedhek (anyaman bambu untuk dinding), tahu-tahu dibabat golok 6 kali dari belakang. Tentu saja dia terjungkal mandi darah. Sementara Samsu dilarikan ke RSUD Dr. Moh. Saleh, Ipung kabur ke dalam hutan. Paginya tetangga malang itu meninggal kehabisan darah, sedangkan Ipung berhasil ditangkap polisi. Tahu Samsu mati, dia tenang-tenang saja di Polsek Kuripan. Katanya sambil senyum: bagi orang sini ganggu bini orang nyawa taruhannya!

Ati-ati sama Ipung, senyummu, adalah mautmu?

http://www.poskota.co.id

_________________
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://www.kitlv.nl
YENI GALUH NURPRATIWI
-= Eyang Putri =-
-= Eyang Putri =-


Female
Jumlah posting : 2770
Location : KAHYANGAN
Job/hobbies : Beauty is my Life
Registration date : 05.10.07

PostSubyek: Re: Nah Ini Dia !!!!   Sat May 10, 2008 5:19 pm

wakaka wkwkkwkwkkk ketawa deh.. haha dasar...dasar..!! ono...ono wae... haha

_________________
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://yenigaluh.forumotion.com
riezka
-= Mbak Momod =-
-= Mbak Momod =-


Female
Jumlah posting : 616
Age : 32
Location : Deket Alum 2 Kudus
Registration date : 06.01.08

PostSubyek: Re: Nah Ini Dia !!!!   Sat May 10, 2008 7:29 pm

Kalau semua baca postingan om bao,bgaimana nasibku om yang sudah dtakdirkan jadi ce cakep..
Hehehe
tetep semangat cari berita aneh lagi ya om jadi bernostalgila baca poskota.Doyok ma ali oncom masih adakah?
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Justice Bao
-= Um Momod =-
-= Um Momod =-


Male
Jumlah posting : 1991
Age : 45
Location : Jakarta
Job/hobbies : don't trust anybody
Registration date : 07.03.08

PostSubyek: Re: Nah Ini Dia !!!!   Sat May 10, 2008 8:00 pm

Igauan Membawa Petaka

Apakah benar, mengigau adalah gejolak alam bawah sadar yang mencuat ke permukaan tanpa bisa dikontrol? Benar atau tidak, Ny. Amini, 44, jadi korban kebrutalan tetangga sendiri, gara-gara suami Ngasiah, 40, sering mengigaukan dirinya. “Janda satu ini memang gatel,” kata Ngaisah di depan polisi.

Tetangga dan tetangga bergaul sangat akrab sudahlah jamak, sebab kata orang bijak, tetangga adalah saudara kita paling dekat. Jika terjadi masalah apapun, PPPK (Pertolongan Pertama Pada Kesulitan)-nya pastilah tetangga itu terlebih dulu. Famili sendiri yang bertempat tinggal berjauhan, pastilah datang belakangan.

Itu pula yang terjadi antara keluarga Waluyo – Amini warga Mangunan Kecamatan Caturharjo Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta. Ny. Amini yang kebetulan janda, sangat bergaul akrab dengan pasangan suami istri Waluyo – Ngaisah. Dia memang selalu bersikap baik dengan tetangganya tersebut, karena sebagai makhluk sosisal tak mungkin dia bisa hidup mandiri tanpa bantuan pihak lain.

Ironisnya, akrabnya Ny. Amini dalam bergaul, menjadikan Waluyo kepengin menggauli juga. Sikap ramah bak satpam BCA wanita itu, ditafsirkannya sebagai memberi peluang. Akhirnya, kecantikan Ny. Amini sering kebawa dalam mimpinya. Cuma, untuk mendeklarasikan cintanya Waluyo tidak berani. Masalahnya itu tadi, dia masih takut sewaktu-waktu palang pintu mendarat ke jidatnya. Maklumah, Ny. Ngaisah ini galaknya melebihi Njriiittt!! beranak.

Kerinduan yang selalu terpendam di sanubari Waluyo, lama-lama jebol dan tidak terkontrol. Malam-malam dia mengigau dan menyebut-nyebut nama Amini dengan sejuta kemesraan. “Jeng Amini timbangane pun kakang, mbok aja kakehan lelewa ta (Jeng Amini kekasih hatiku, janganlah kamu berlagu),” kata Waluyo sambil tidur, nada kalimatnya persis ketoprak Mataram RRI Yogyakarta itu.

Andaikan yang disebut Ngaisah istri sendiri, tak jadi masalah. Tapi karena yang disebut janda tetangga yang ayu dan bahenol, Ngaisah jadi cemburu berat. Celakanya, wanita itu tak mau klarifikasi pada suami sendiri. Tapi justru langsung menuduh bahwa Amini lah yang gatel dan mengganggu suami orang. Sambil menyisingkan lengan baju, pagi harinya Ngaisah langsung melabrak ke rumah janda Amini.

Hari masih pagi benar, tetapi sepagi itu pula Amini jadi korban amarah yang nyasar. Tanpa ba bi bu lagi Ngaisah langsung menghajar tetangganya yang baru saja turun dari salat subuh. Dibanting dan dijambak hingga babak belur, plus dimaki-maki sebagai perempuan gatel segala. Tentu saja Amini tak terima, sehingga dia langsung lapur ke Polres Sleman. “Kalau dia tak memberi angina, masak suamiku jadi sampai ngelindur segala,” kata Ny. Ngaisah di depan petugas. Wah kalau ngelindurin janda, sio-nya barapa ya?

_________________
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://www.kitlv.nl
Justice Bao
-= Um Momod =-
-= Um Momod =-


Male
Jumlah posting : 1991
Age : 45
Location : Jakarta
Job/hobbies : don't trust anybody
Registration date : 07.03.08

PostSubyek: Re: Nah Ini Dia !!!!   Sat May 10, 2008 8:01 pm

Lempar Nafsu Sembunyi Janda

Perilaku Kepala Pekon (Kades) di Lampung ini sungguh kelewatan. Meski banyak bukti bahwa Nasrun, 40, menghamili janda Tina, 36, tetangganya, tapi tak mengaku juga. Bahkan janda itu kemudian “dihilangkan” untuk melenyapkan aib. Bukankah ini sama saja dia lempar nafsu sembunyi (kan) janda?

Andaikan Nasrun ini seorang politisi, bolehlah membentuk Partai Karya Peduli Janda dan segera didaftarkan ke KPU. Soalnya, meski sudah punya anak bini dia masih hobi banget menggoda janda. Jika hanya sekadar digoda, itu masih mending. Yang terjadi, sekalian dibuat ternoda. Soalnya, nasib janda Tina tetangga sekaligus warga sendiri, juga begitu. Setelah dipacari selama 2 tahun, tahu-tahu janda tersebut hamil dan sekarang malah menghilang.

Rasio dan logika tak berlebihan kiranya, jika tuduhan itu dialamatkan pada Kades Nasrun ini. Soalnya, sebelum Tina menghilang secara misterius, warga banyak melihat Kades Sridadi Kecamatan Wonosobo Kabupaten Tanggamus ini, suka beranjangsana ke rumah Tina. Jika sudah mampir ke sini, betahnya bukan main. Kalau film layar lebar, bisa sudah dua film yang selesai diputar. Atau sangat boleh jadi, Nasrun – Tina justru “main film” sendiri di kamarnya.

Etika dan moral memang kadung dinafikan oleh Pak Kades. Maklumlah, meski sudah janda dan hanya orang kampung, tapi Tina memang enak diselingkuhi dan perlu. Wajah dan penampilannya Tina tak kalah dengan Tina Talisa penyiar TV-One itu. Sama putihnya, betis sama mbunting padinya dan sama suka pakai rok kuning juga. Cuma bedanya, Tina Talisa itu dokter gigi Unpad yang mantan Putri Indonesia (Jabar), sedangkan janda Tina sering sakit gigi dan putri dari Indonesia asli.

Yang namanya lelaki, kecantol wanita bahenol pantat nonjol, pastilah siap kobol-kobol (tekor). Itu pula yang dilakukan Nasrun, ketika tahu-tahu kekasih gelapnya hamil. Diam-diam Tina disembunyikan di suatu tempat, sedangkan anggaran sehari-harinya atas tanggungan Pak Kades. Bukan itu saja, Anik, 8, anak Tina yang kini ikut neneknya, sering pula diberi uang oleh Nasrun. Bagi Pak Kades, agaknya “mengamankan” Tina lebih aman daripada harus menikahinya menjadi istri kedua.

Anehnya, meski banyak saksi yang mengetahui skandal Pak Kades, dia masih juga berkelit bahwa sama sekali tak ada hubungan istimewa dengan sijanda. Soal dia suka berkunjung ke rumah Tina, memang diakui. Tapi apa salahnya pamong desa sering mengunjungi rumah warganya? “Kalian ini jangan suka mengembangkan budaya curiga,” tangkis Nasrun, lagaknya macam pejabat Orde Baru saja.

Namun keluarga Tina tetap saja tidak percaya. Sebab apa urusannya Nasrun kok suka memberi uang pada anak Tina? Apa lagi Anik juga pernah nyolong-nyolong membaca SMS di HP Nasrun yang berbunyi: "Pa, apakah papa tega anak kita diurusin orang lain." Kata Anik, itu pasti SMS dari ibunya, yang kini entah berada di mana. Karena itu pula orang tua Tina mereka-reka, pastilah putrinya disembunyikan untuk sementara waktu. Setelah bayi itu lahir dan diambil anak oleh pihak lain, barulah Tina dimunculkan kembali.

Karena Nasrun terus berkelit, orangtua Tina pernah berusaha menggledah rumah Pak Kades. Tapi niat itu diurungkan, sebab di samping dirinya bukan anggota KPK, nanti Pak Kades jadi naik derajat macam anggota DPR saja. Oleh karenanya, jalan paling bijak adalah melaporkan Pak Kades ke Polsek Wonosobo untuk segera diusut. Tapi seperti yang sudah-sudah, Nasrun tetap bersikeras tidak tahu menahu keberadaan Tina. “Kurang kerjaan amat, menyembunyikan janda segala,” begitu dalihnya. Lalu siapa yang ngumpetin? Apa yang nulis rubrik ini, yang benar saja!

_________________
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://www.kitlv.nl
Justice Bao
-= Um Momod =-
-= Um Momod =-


Male
Jumlah posting : 1991
Age : 45
Location : Jakarta
Job/hobbies : don't trust anybody
Registration date : 07.03.08

PostSubyek: Re: Nah Ini Dia !!!!   Sat May 10, 2008 8:01 pm

Bukan Takut Istri

Kelewatan betul Maman, 40, ini. Setiap hari nasih menganggur, tapi barangnya tak mau nganggur. Bagaimana tidak, teman istri diselingkuhinya pula. Sudah begitu, biaya pacaran selalu dibebankan pada sang istri. Ya istri cap apa yang mau dibegitukan, seribu satu ngkali.

Enak memang jadi lelaki yang digila-gilai cewek, dia bisa bermanja-manja pada pasangannya. Itu pula yang dialami Maman warga Maleber Kecamatan Karang Tengah, Cianjur. Karena yang demen sedari awal Yanti, 35, kondisi minus apa pun Maman dimakluminya. Misalnya soal pekerjaan tidak jelas si Maman, Yanti tak pernah mempermasalahkan. Prinsipnya mungkin: tak punya pekerjaan tak apa, yang penting bisa “kerja” setiap malam.

Dalam keseharian Yanti memang seorang pegawai negri, sehingga dia sudah punya anggaran ajeg untuk membiayai rumahtangganya. Diapun juga punya harapan, tak mungkin selamanya suami nganggur, pasti kelak ada juga pekerjaan. Tapi yang terjadi malah sebaliknya. Merasa segalanya sudah ditanggung dan disiapkan, Maman justru tak pernah mencoba cari pekerjaan. Lelaki pengangguran ini tahunya hanya makan dan makan saja.

Istrinya tetap tak pernah menggugat. Cuma Maman ini orangnya memang tak bisa berterima kasih. Sementara istrinya terus bersikap baik, dia malah menggunting dalam lipatan. Betapa tidak, diam-diam dia menjalin asmara dengan Ida, teman akrab istrinya. Walhasil mana kala bosan jadi pemuas nafsu istrinya, dia ganti haluan memuaskan nafsunya sendiri bersama Ida yang memang cukup cantik itu. Celakanya, si Ida juga mau saja disosor Maman.

Repotnya lagi, dana dana selingkuh itu diambil dari kantong istrinya. Masuk hotel, beli ini itu, semua ditanggungkan jadi beban negara, mirip anggota DPR. Anehnya Yantiselalu saja memenuhi. Dia memang tak mau suaminya kecewa, marah, yang pada gilirannya nanti sangat mempengaruhi staminanya di ranjang. Dia memang selalu mendambakan Maman perkasa setiap saat.

Indahnya perselingkuhan itu sirna ketika Yanti pernah memergoki suaminya baru keluar dari sebuah hotel. Tetapi sebagai wanita bijak, dia tak langsung mengajak perang Irak – Amerika. Cuma sejak itu anggaran diperketat. Maman tak lagi dimanjakan uang. Benar-benar kena embargo dia. Asal minta uang, selalu disindir: Sana, minta saja sama Ida. Tapi dasar lelaki culas. Maman bukan sadar, tapi malah jadi tega main pukul pada istri sendiri.

Meskipun begitu, Yanti mencoba bersabar. Tapi ketika kemarin dia memaksa minta HP untuk dijual dan kemudian disusul dengan penganiayaan, kesabaran Yanti habis. Maman pun dilaporkan ke polisi dan kemudian ditangkap. Tapi dalam pemeriksaan lelaki sableng ini masih juga mencarri pembenaran untuk dirinya. “Ini sekadar pengajaran untuk istri, bahwa aku memang bukan suami takut isrtri sebagaimana sinetron di televisi….,” ujarnya cari alasan.

Ah, bohong Maman memang selalu digedein.

_________________
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://www.kitlv.nl
YENI GALUH NURPRATIWI
-= Eyang Putri =-
-= Eyang Putri =-


Female
Jumlah posting : 2770
Location : KAHYANGAN
Job/hobbies : Beauty is my Life
Registration date : 05.10.07

PostSubyek: Re: Nah Ini Dia !!!!   Sun May 11, 2008 11:03 am

Dasar lelaki...!!! Wkwkkwkkkwk wakaka

_________________
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://yenigaluh.forumotion.com
Justice Bao
-= Um Momod =-
-= Um Momod =-


Male
Jumlah posting : 1991
Age : 45
Location : Jakarta
Job/hobbies : don't trust anybody
Registration date : 07.03.08

PostSubyek: Re: Nah Ini Dia !!!!   Mon May 26, 2008 10:42 pm

Biar Nenek Lumayanlah

Dalam keseharian Gombloh, 40, hanyalah petani biasa. Tapi entah kenapa, dia tiba-tiba menjadi pecinta benda purbakala. Melihat nenek ngasag (cari sisa padi) di sawah, nafsunya bangkit. Mbah Suprih, 80, diperkosanya di atas pematang. Kecepak, kecepak…. hingga nenek malang itu pulang merangkak-rangkak.

Ini kisah lelaki yang tidak abnormal, atau kebangetan. Jika memang hendak memanjakan nafsu, tidak perduli datangnya bebendu (azab), pastilah kaum lelaki umumnya selalu mencari sasaran yang memadai. Wajah cantik, bodi menjanjikan, dan pastilah yang masih muda menggugah selera. Lha Gombloh ini apa? Seleranya sebagai lelaki terlalu buruk dan rendah, sepertinya asal bolong saja.

Masyarakat Desa Sumberanyar Kecamatan Banyuputih Kabupaten Situbondo (Jatim) selama ini mengenali Mbah Suprih sebagai nenek miskin. Tapi dalam kerentaannya, dia enggan berpangku tangan. Dia masih mau mengais rejeki, tak peduli sudah dilarang oleh anak-anaknya. Sebab, semiskin-miskin anak Mbah Suprih, mereka masih mampu membiarkan si nenek hanya makan dan tidur. “Emoh aku yen mung kaya manuk (nggak mau saya diperlakukan seperti burung),” kata si nenek.

Andaikan musim panen tiba, Mbah Suprih masih mau ngasag di sisa-sisa padi habis dipanen. Hasilnya tak seberapa, tapi dia merasa bangga dengan hasil jerih payahnya. Dia makan hasil keringatnya sendiri, berdiri di atas kaki sendiri, kata Bung Karno dulu. Tidak bergantung pada pihak lain, juga bukan pada Amerika. Dengan begitu Mbah Suprih akan menjadi manusia bebas berdaulat penuh.

Nenek miskin ini sepertinya di kala muda cukup cantik, terbukti sisa-sisa kecantikannya masih ada. Nah, tetangga Mbah Suprih bernamaa Gombloh, , rupanya sangat memperhatikan sisa-sisa kelebihan yang dimiliki si nenek. Tapi dalam usia yang sudah kepala 8 buat apa? Kalau politisi, masih bisa dijadikan sesepuh bangsa. Lha kalau rakyat biasa? Yang paling-paling menambah barisan orang miskin yang meratapi harga minyak tanah bakal jadi Rp 8.000,- seliter.

Akan tetapi bagi Gombloh yang hidup menduda sekian lama, dia bisa memandang Mbah Suprih secara positif dan ……menggairahkan. Mau kawin lagi tak punya biaya, sedangkan “jajan” juga tak tersedia anggaran, maka Mbah Suprih merupakan tokoh alternatif yang perlu ditindaklanjuti. Cuma waktunya kapan, itulah yang masih dipikirkan oleh Gombloh. “Kena iwake aja nganti buthek banyune (kena ikannya tapi tak sampai air menjadi keruh),” kata Gombloh bersemboyan.

Menyangkut hal-hal yang menuju kerusakan di muka bumi, setan memang selalu tampil di depan. Itu pula yang terjadi. Saat Gombloh sedang mencangkul di sawah pinggir desa, dia melihat Mbah Suprih sedang ngasag di sawah dekatnya. Ini dia, akhirnya kudapat juga nenek idam-idamanku; begitu mungkin kata Gombloh dalam buaian setan. Dia pun menghentikan cangkulannya. Setelah mencuci tangan dengan air sawah, dia segera mengendap-endap bak kucing mau nubruk tikus.

“Aja edan kowe Mboh, aku arep kok kapakke, emoh, emoh (janga gila kamu, Mboh, aku mau kau apakan, ngak mau, nggak mau), protes Mbah Suprih merepet-repet sambil mencoba berontak. Tapi ada daya nenek renta. Dengan sekali banting dia terjajar di pematang. Glemboh yang sudah kesetanan langsung saja menyibakkan kain si nenek, dan terjadilah peristiwa terkutuk. Ketika sudah tertunaikan nafsunya, dibiarkan Mbah Suprih merangkak-rangkak kesakitan. “Cah gemblung, kaya wis ora liyane, wis tuwa ngene kok ya ditlateni (anak gila, seperti nggaka ada lainnya saja, nenek begini ditelateni juga)” omel Mbah Suprih.

Hari itu juga Mbah Suprih mengadu pada keluarganya, dan Glemboh si pecinta benda perbakala itu ditangkap polisi Polsek Banyuputih. Tapi dalam pemeriksaan dia membantah bahwa telah memperkosa Mbah Suprih. Katanya, itu semua berlangsung mau sama mau, tanpa tekanan dan intimidasi. Apa lagi sebelumnya Glemboh juga telah memberikan uang sebanyak Rp 5.000,- sebagai uang kerohiman. Jadi secara bisnis, sudah sah demi hukum. Gombilllll…..!

_________________
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://www.kitlv.nl
Justice Bao
-= Um Momod =-
-= Um Momod =-


Male
Jumlah posting : 1991
Age : 45
Location : Jakarta
Job/hobbies : don't trust anybody
Registration date : 07.03.08

PostSubyek: Re: Nah Ini Dia !!!!   Mon May 26, 2008 10:43 pm

Siapa Gerangan Wanita Itu?

Dari dulu hingga sekarang, perangai sopir tak pernah berubah, setiap ngaso pastilah mampir! Supar, 40, sopir dari Trenggalek (Jatim) begitu pula. Mana kala ngaso dia tak hanya makan minum, tapi pakai “nyetrom” segala. Akibatnya, istri di rumah nyap-nyap ketika didatangi wanita hamil mencari sang suami.

Apa yang dilakukan Ny. Atmini, 36, memang tidaklah salah. Maklumlah, Supar suaminya selama ini kondang sebagai lelaki tukang kawin bin mata keranjang. Setiap melihat perempuan cantik, ngiyip (doyan) banget dia. Maka sebagai istri kesekian kalinya, Atmini merasa perlu untuk meningkatkan kewaspadaan nasional, demi kelangsungan rumahtangga. Sudah habis air matanya untuk meratapi kebengalan suami.

Lelaki yang tinggal di Bendoroto Kecamatan Munjungan Kabupaten Trenggalek ini memang lumayan cakep. Karenanya, meski profesinya hanya sopir angkot Munjungan – Kampak, banyak juga wanita yang menaruh hati. Khususnnya para perempuan gatel yang rindu belaian lelaki, yang setiap ketemu lawan jenis berwajah keren langsung ngejeplak: halo cowok, godain gue dong!

Akan tetapi, meski kondang mata keranjang, Supar tidak asal caplok saja. Dia tak mau “nyetrom” di warung makan mana kala dia ngaso, karena biasanya tidak dijamin hiegenis-nya. Maka sasarannya adalah kaum wanita yang jadi langganan angkotnya, yang dijamin wangi dan cantik-cantik. Salah satunya adalah Suwitri, 27, janda muda yang lumayan cantik, yang sering ketemu dengannya ketika hendak belanja ke pasar Munjungan.

Memang yang namanya rejeki takkan lari ke mana. Setiap numpang angkotnya, Suwitri sering dapat kesempatan duduk di samping sopiran. Lama-lama mereka jadi kenal akrab. Saking akrabnya, Supar sudah berani sembranan (sedikit kurang ajar) dengan main towel lengan dan kadang pantat segala. Anehnya Suwitri tak memberikan penolakan. “Ssst, nanti ada yang lihat lho,” paling begitu kata-kata sang janda.

Yang namanya lelaki dapat angin, tentu saja tambah mburog (nekad). Di kala Supar sedang off (tidak narik), Suwitri diajak jalan-jalan cari pemandangan indah. Tapi pada akhirnya, “pemandangan indah” itu justru terletak di daerah tertentu di tubuh Suwitri sendiri. Ya sudah, setan ketemu lelaki mata keranjang, akurlah jadinya. Pada kesempatan itu pula Suwitri dilalap habis oleh Supar. Biasanya di angkot si janda duduk di jok depan, kini gantian Supar yang minta “gendong” depan.

Anehnya, sejak acara jalan-jalan lihat “pemandangan indah” tersebut, Suwitri tak pernah lagi nampak batang hidungnya. Sampailah kemudian 6 bulan berikutnya, tiba-tiba dia muncul di rumah Supar menanyakan keberadaannya. Merujuk dengan kelakuan suamnya selama ini, Ny. Atmini pun curiga bahwa wanita hamil dan cukup cantik itu pastilah gendakan Supar juga. “Jangan-jangan janin di perut itu juga hasil karya suamiku,” batin Ny. Atmini.

Nah, ketika suami pulang narik angkot, langsung saja diklarifikasi tentang siapakah gerangan wanita hamil dan cantik itu. Tapi ternyata jawaban Supar mbulet saja, sehingga Atmini makin curiga. Belum dapat jawaban kok malah ditinggal mencuci mobil, istri Supar langsung memburunya ke tempat cucian mobil di Desa Bangun. Tapi jawaban itu tak didapat, bahkan Supar tega menempeleng istrinya hingga jatuh terjengkang. Sementara Atmini ditolong orang, Supar minggat meninggalkan angkotnya yang tengah dicuci.

Kalau pulang, siapkan saja palang pintu, Bu!

_________________
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://www.kitlv.nl
Justice Bao
-= Um Momod =-
-= Um Momod =-


Male
Jumlah posting : 1991
Age : 45
Location : Jakarta
Job/hobbies : don't trust anybody
Registration date : 07.03.08

PostSubyek: Re: Nah Ini Dia !!!!   Mon May 26, 2008 10:44 pm

Kerokan Paling Mewah

Rupanya hidup bermewah-mewah bukan monopoli orang kaya saja. Meski Nurkhimah – Wagisan hanya guru madrasah, mereka menyempatkan diri “kerokan” dalam sebuah hotel di Kediri (Jatim). Tapi karena mereka bukan suami istri, kerokan paling mewah sepanjang sejarah Kediri ini jadi urusan polisi.

Ini memang kisah aneh, tapi sekaligus memalukan. Sebab baik Nurkhimah, 50, maupun Wagisan, 55, adalah seorang guru. Guru pun bukan sembarang guru, melainkan guru madrasah tsanawiyah di kota Nganjuk. Dengan predikat yang sarat bermuatan agama tersebut, mestinya tali moral dan iman mereka tak diragukan lagi. Tapi ternyata, godaan setan lebih kuat sehingga menggelincirkan mereka ke hubungan yang terlarang. Padahal, kenikmatan sesaat itu menyebabkan citra kedua guru ini jatuh di masyarakat.

Nurkhimah dan Wagisan memang teman sepekerjaan. Mereka juga sama-sama sudah punya keluarga masing-masing. Tapi bagi setan, menggarap mereka menjadi pasangan selingkuh bukan soal sulit. Apa lagi Wagisan ini termasuk lelaki yang kelewat normal, mudah tergiur konde bulat dan pantat besar. Sekali kena lirik Bu Nurkhimah, langsung klepeg-klepeg lali purwa duksina (lupa arah) dan keluarga. Ketika setan merekomendasikan mereka untuk bermesum ria, langsung saja meng-hooh-kan diri.

Dalam lingkungan sekolah mereka, Bu Guru ini memang nampak paling menonjol. Meski usia Nurkhimah sudah pas kepala lima, tapi bodinya masih sekel nan cemekel. Didukung oleh perwajahan dan penampilan yang cukup menakjubkan, banyak lelaki yang tertarik untuk menikmati wajahnya berlama-lama. Cuma kebanyakan dari rekan guru ini hanya sekadar mengagumi, bukan untuk menggumuli. Maklum, mereka selalu ingat akan batasan-batasan moral dan agama.

Untuk guru yang “kesedikitan” ini adalah Wagisan itu tadi. Dalam usia 11 pelita sekarang, dia masih suka mbagusi (sok ganteng) terhadap makhluk lawan jenisnya yang nampak mulus. Diam-diam dia menaksir berat Nurkhimah dengan target dikemah-kemah (disantap) sampai ke tulang-tulangnya. Apa lagi Wagisan menengarai, dari gerak-geriknya Bu Guru rekan sekerja ini siap “dikerjain” bila timing dan tempatnya memungkinkan. “Sekali-sekali diajak jalan-jalan kenapa….,” bujuk setan.

Mulailah Pak Guru asal Ngronggot ini hendak nyronggot (makan) Bu Nurkhimah. Ternyata dia memang memberi angin segar, terbukti ketika diajak jalan bareng di luar sepengetahuan suami, dia hooh saja. Akhirnya, dari jalan bareng itu pun meningkat jadi tidur bareng dengan segala variasi dan konsekuensinya. Tempatnya sengaja dipilih di luar kota, bukan di Nganjuk daerah asalnya. Maklum, bagi kalangan peselingkuh kota tempat tinggal menjadi demikian sempit, sehingga takut-takut bila kepergok rekanan dan kenalan.

Agaknya, meski Nurkhimah – Wagisan cukup rapi mengemas skandal asmaranya, lama-lama tercium juga oleh suami Bu Guru. Hanya saja dia belum menemukan bukti akurat, sehingga belakangan ini hanya diwaspadai saja seperti anggota Petisi 50 di zaman Orde Baru dulu. Dan karena Nurkhimah masih merasa aman dalam debut selingkuhnya, beberapa hari lalu mengajak gendakannya santai di sebuah hotel di kota tahu, Kediri. Wagisan tentu saja semrintil (spontan mau), karena “tahu”-nya Nurkhimah jauh lebih kenyi-kenyil dari tahu kacung.

Malang nian nasib mereka. Baru saja Wagisan - Nurkhimah “warming up” di kamar Hotel Adi Surya, tahu-tahu digerebek polisi Samapta Kediri atas laporan suami Bu Guru. Ketika pintu didobrak, keduanya nyaris dalam kondisi bugil. Namun demikian Nurkhimah masih juga bisa berdalih ketika diperiksa di Polres Kediri. “Kami nggak berbuat apa-apa, kecuali hanya kerokan saja,” katanya serius. Tentu saja polisi tak begitu saja percaya. Masak, hanya untuk kerokan saja kok mesti dilangsungkan di sebuah hotel, dari Nganjuk ke Kediri segala. Sekaya apapun boss Gudang Garam, pastilah belum pernah melakukannya.

Ada nggak bukti lain, misalnya punggung Bu Guru nampak seperti sebra, gitu?

_________________
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://www.kitlv.nl
Justice Bao
-= Um Momod =-
-= Um Momod =-


Male
Jumlah posting : 1991
Age : 45
Location : Jakarta
Job/hobbies : don't trust anybody
Registration date : 07.03.08

PostSubyek: Re: Nah Ini Dia !!!!   Mon May 26, 2008 10:44 pm

Nubruk Janda Di Gubuk

Darwis, 48, celutak (kurang ajar)-nya memang gak uwis-uwis (tak ada hentinya). Melihat janda nganggur di sebelah rumah, langsung gatel. Dalam sebuah kesempatan janda Yayuk, 22, ditubruk di dalam gubuk. Sang istri pun malu luar biasa. Meski bakal kehilangan tulang punggung keluarga, Darwis pun dilaporkan ke polisi.

Ada yang bilang, lelaki itu (maaf) *Njriiittt!!* ibaratnya. Meski di rumah sudah disediakan menu empat sehat lima sempurna, di jalan ketemu kotoran disikat juga. Apakah Darwis juga berkategori macam segawon (*Njriiittt!!*) itu tadi? Sangat boleh jadi. Sebab meski istri di rumah cukup cantik, di luar mata keranjangnya tak pernah habis. Mana kala ada janda nganggur dekat rumahnya, dia jadi sibuk bukan main. Darwis memang cocok jadi ketua umum Partai Karya Peduli Janda.

Srini, 44, istrinya selama ini kondang paling cantik di seputar Desa Bogem Kecamatan Kawedanan Kabupaten Magetan (Jatim). Wajahnya ayu dan teduh, rambut panjang tergerai, betisnya juga mbunting padi bak milik peragawati. Kulit, kehitaman tidak, keputihan juga enggak. Maksudnya, terlalu putih gitu, bukan keputihan tanda penyakit kaum wanita.

Tapi ternyata, Darwis masih kurang juga. Dia menginginkan diversifikasi menu atau keanekaragaman cita rasa. Sebab dia punya tamsil: opor ayam itu lezat, tapi jika setiap hari opoooor melulu juga bosanlah iyauwww. Gudeg Yogya itu nikmat, tapi manakala tiap hari diantem gudeeeeeg terus, jenuh juga pada akhirnya. “Maka selingan dan fariasi hidup itu sangat diperlukan,” kata Darwis bila ngobrol-ngobrol di gardu ronda.

Edannya, sifat kemata keranjangan Darwis tak pernah henti meski sering diancam bini mau diculek matanya. Belakangan, dia tertarik berat pada janda baru di dekat rumahnya. Soal wajah, Yayuk sebetulnya biasa-biasa saja. Tapi bicara soal bodi, di sinilah titik tolak perburuan kaum lelaki. Sekel nan cemekel, begitu kata orang. Maka dalam selera rendahnya Darwis selalu berangan-angan, kapan bisa nyekel dan ngusel-usel si Yayuk itu tadi.

Resiko di belakang, sepertinya tak pernah dipikirkan. Ketika Darwis sudah tahu nomer HP si janda baru, dia sering kirim SMS-SMS nakal, dari kata kangen dan sayank (pakai nk), juga sering menanyakan pula pakai daster apa hari ini. Ternyata Yayuk bersedia menjawab juga, bahkan jawabnya lumayan menantang juga. “Ah ngomong doang, kapan realisasinya….?” Begitu jawab Yayuk sekali waktu.

Mendapat jawaban itu, tentu saja Darwis jadi rindik *doggy* digitik (seketika mau). Sekali waktu Yayuk pas hendak ke pasar langsung disamperi Darwis yang juga dalam arah yang sama. Ditawari mbonceng sepedanya ternyata mau. Maka selanjutnya ya terserah Anda. Pas menemukan gubuk kosong, Yayuk langsung digelandang masuk untuk menjawab tantangannya. Tapi celaka tiga belas, belum juga tuntas tasss nafsu mereka, kepergok warga. Urusan pun jadi memanjang bak sorbannya Ajisaka.

Urusan tubruk menubruk dalam gubuk itu tentu saja bikin malu Ny. Srini istri Darwis. Dasar lelaki, di rumah sudah ada nasi raja lele yang pulen menul-menul, masih juga ngopenin nasi aking jatah kaum miskin. Tak peduli akan kehilangan sumber penghasilan buat sementara waktu, ulah suaminya tersebut segera dilaporkan ke polisi, mendukung rencana keluarga Yayuk. “Tapi kami melakukan kan mau sama mau, Pak,” tangkis Darwis di depan polisi. Mau sama mau, tapi nggak punya malu.

_________________
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://www.kitlv.nl
Sponsored content




PostSubyek: Re: Nah Ini Dia !!!!   Today at 12:04 pm

Kembali Ke Atas Go down
 
Nah Ini Dia !!!!
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Yeni Galuh Forum :: *** TAMAN SARI *** :: -= Sasono Jorono Jogelo =--
Navigasi: